Bandar LampungLampungPemerintahan

Lampung Catat Pertumbuhan Ekonomi Positif, Gubernur Tekankan Pentingnya Kepatuhan Pajak

×

Lampung Catat Pertumbuhan Ekonomi Positif, Gubernur Tekankan Pentingnya Kepatuhan Pajak

Sebarkan artikel ini
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal saat menghadiri Tax Gathering Kanwil Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Bengkulu dan Lampung di Ballroom Hotel Radisson || Foto: Dinas Kominfotik Provinsi Lampung
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal saat menghadiri Tax Gathering Kanwil Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Bengkulu dan Lampung di Ballroom Hotel Radisson || Foto: Dinas Kominfotik Provinsi Lampung

5W1HIndonesia.id, Bandar Lampung — Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal mengajak para pelaku usaha yang menjalankan aktivitas bisnis dan memperoleh keuntungan di Provinsi Lampung untuk menunaikan kewajiban perpajakan di daerah.

Langkah tersebut dinilai penting guna memperkuat kapasitas fiskal daerah sekaligus mendukung percepatan pembangunan di berbagai sektor.

“Pajak yang dibayarkan di Lampung akan kembali kepada masyarakat melalui berbagai program pembangunan. Karena itu kami berharap para pelaku usaha yang tumbuh dan berkembang di Lampung juga memberikan kontribusi bagi kemajuan daerah ini,” ucap Gubernur saat menghadiri Tax Gathering Kanwil Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Bengkulu dan Lampung di Ballroom Hotel Radisson, Bandar Lampung, Rabu (17/6/2026).

Kegiatan Tax Gathering yang digelar Kanwil DJP Bengkulu dan Lampung tersebut dihadiri jajaran pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta ratusan wajib pajak dan pelaku usaha. Forum tersebut menjadi wadah untuk memperkuat sinergi dalam meningkatkan kepatuhan perpajakan guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Dalam kesempatan itu, Gubernur memaparkan kondisi perekonomian Lampung yang menunjukkan tren positif. Pada 2025, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Lampung mencapai Rp 523,8 triliun, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di kisaran Rp 480 triliun.

Pertumbuhan ekonomi Lampung pada 2025 tercatat sebesar 5,28 persen. Capaian tersebut berada di atas rata-rata pertumbuhan nasional dan menjadi indikator bahwa aktivitas ekonomi di Lampung terus bergerak secara produktif.

Menurut Gubernur Mirza, posisi geografis Lampung sebagai gerbang utama Pulau Sumatra memberikan keuntungan strategis dalam mendorong perdagangan dan investasi.

Dukungan infrastruktur seperti Jalan Tol Trans Sumatra, Pelabuhan Panjang, dan Pelabuhan Bakauheni turut memperkuat konektivitas dan distribusi barang.

Gubernur menjelaskan bahwa struktur ekonomi Lampung saat ini ditopang oleh tiga sektor utama, yakni pertanian, industri pengolahan, dan perdagangan. Ketiga sektor tersebut menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah dan menyumbang porsi terbesar terhadap PDRB.

Sektor pertanian masih menjadi tulang punggung perekonomian Lampung dengan kontribusi mencapai 26,90 persen terhadap PDRB. Nilai ekonomi yang dihasilkan sektor ini diperkirakan mencapai sekitar Rp 150 triliun.

Sementara itu, sektor industri pengolahan menyumbang 19,11 persen terhadap PDRB. Aktivitas pengolahan hasil pertanian dan perkebunan menjadi salah satu faktor yang memperkuat nilai tambah ekonomi daerah.

Adapun sektor perdagangan memberikan kontribusi sekitar 12 persen terhadap PDRB Lampung. Besarnya aktivitas perdagangan menunjukkan tingginya perputaran ekonomi yang terjadi di wilayah tersebut.

Gubernur juga menyoroti berbagai komoditas unggulan yang menjadi kekuatan ekonomi Lampung. Produksi ubi kayu mencapai sekitar 7,5 juta ton atau sekitar 70 persen dari produksi nasional, menjadikan Lampung sebagai sentra utama komoditas tersebut di Indonesia.