Bandar LampungLampungPemerintahan

BPBD Lampung Peringatkan Potensi Bencana Akibat Cuaca Ekstrem

44
×

BPBD Lampung Peringatkan Potensi Bencana Akibat Cuaca Ekstrem

Sebarkan artikel ini
Analis Bencana BPBD Provinsi Lampung, Wahyu Hidayat, di sela-sela kegiatan pelepasan Relawan Lampung untuk Sumatra Bangkit ke Sumatra Barat || Foto: Dinas Kominfotik Provinsi Lampung
Analis Bencana BPBD Provinsi Lampung, Wahyu Hidayat, di sela-sela kegiatan pelepasan Relawan Lampung untuk Sumatra Bangkit ke Sumatra Barat || Foto: Dinas Kominfotik Provinsi Lampung

5W1HIndonesia.id, Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana akibat fenomena hidrometeorologi basah.

Periode cuaca ekstrem ini diprediksi akan terus berlangsung hingga Februari 2026 dengan intensitas curah hujan yang tinggi.

​Hal tersebut disampaikan oleh Analis Bencana BPBD Provinsi Lampung, Wahyu Hidayat, di sela-sela kegiatan pelepasan Relawan Lampung untuk Sumatra Bangkit ke Sumatra Barat, yang berlangsung di Halaman Kantor Gubernur Lampung, Kamis (11/12/2025).

Baca Juga  Dibobol Maling, Kantor Pos Ratu Dibalau Merugi Hingga Rp9 Juta

​Wahyu menjelaskan bahwa fase hidrometeorologi basah di Lampung telah dimulai sejak dasarian kedua Oktober, tepatnya 11 Oktober 2025. Kondisi ini membawa sejumlah potensi ancaman bencana yang harus diantisipasi oleh masyarakat.

Baca Juga  Eva Dwiana Jenguk Bayi Laki-Laki yang Ditelantarkan di Dalam Tas Ransel

​”Waspadai perubahan cuaca yang cepat. Terutama bagi masyarakat yang berada di pinggir pantai dan bantaran sungai. Potensi yang muncul ditandai dengan curah hujan tinggi, kemungkinan angin kencang, banjir rob di pesisir, serta banjir bandang,” ungkap Wahyu.

​Berdasarkan pemetaan BPBD, ancaman hidrometeorologi ini merata di seluruh wilayah Provinsi Lampung. Namun, perhatian khusus diberikan pada wilayah yang dialiri sungai besar seperti Lampung Timur dan Lampung Selatan.

Baca Juga  Lampung Siap Jadi Pelopor Sekolah Rakyat 2025, Mensos dan Wagub Tinjau Lokasi Sementara

Wahyu menekankan bahwa luapan sungai di hilir bisa terjadi akibat hujan deras di hulu, meskipun kondisi cuaca di hilir tampak kondusif.