“Sebagaimana yang tadi telah sampaikan Mbak Nola, acara pada sore ini adalah untuk memberi gambaran pada kita jejak langkah tujuh tahun yang dilalui oleh mbak Nola dalam mengembangkan tapis dan perajin tapis. Sebuah kurun waktu perjalanan yang tidak sebentar, yang pada akhirnya menghantar para perajin untuk siap memasuki pasar internasional,” ujar Riana Sari.
Selain itu, kata Riana Sari, Nola juga telah membuka sebuah toko NOLA MARTA di Badung Bali, tempat di mana karya-karya perajin tapis dipasarkan secara lebih luas. Untuk itu pada kesempatan ini.
“Saya atas nama Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah Provinsi Lampung mengucapkan terima kasih kepada mbak Nola atas semua upaya dan dedikasi yang telah dilakukan,” ujar Riana Sari juga Ketua IIPG Lampung ini.
Riana Sari mengatakan, dengan kegiata ini dapat memperoleh pengalaman melihat dan merasakan secara langsung pengerjaan karya indah tapis.
Melalui pengalaman tersebut akan membuat kita lebih memahami serta membayangkan proses pengerjaan Tapis oleh kaum perempuan di desa-desa yang ada di Provinsi Lampung.
“Saya bahkan berharap, pengalaman ini akan membuat Bapak dan Ibu sekalian pada suatu saat dapat mengunjungi desa-desa tapis di Provinsi Lampung. Harapan Saya selanjutnya adalah kita semua akan semakin mencintai warisan-warisan budaya, dan dengan rasa bangga membeli serta menggunakannya, karena hal itu juga berarti kita ikut dalam proses pelestariannya dan juga membantu kesejahteraan para perajinnya,” harap Riana Sari.
Kegiatan ini dihadiri oleh Ibu Ani Pemilik Sarasvati Concept Store, Direktur Standarisasi dan Sertifikasi Usaha Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Desainer Nola Marta,
Perwakilan Dekranasda Bali I Wayan dan undangan lainnya. (Rls/SA)






