close
Bandar LampungLampung

Bukan Hanya Slogan! Walikota Eva Dorong Gerakan Perubahan Birokrasi Daerah

×

Bukan Hanya Slogan! Walikota Eva Dorong Gerakan Perubahan Birokrasi Daerah

Sebarkan artikel ini
Walikota Eva Dwiana saat memberi sambutan pada seminar Nasional Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara dan Hukum Administrasi Negara (APHTN-HAN) Pengurus Wilayah Lampung || Foto: Ridho/5W1HINDONESIA.ID
Walikota Eva Dwiana saat memberi sambutan pada seminar Nasional Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara dan Hukum Administrasi Negara (APHTN-HAN) Pengurus Wilayah Lampung || Foto: Ridho/5W1HINDONESIA.ID

5W1HINDONESIA.ID, Bandar Lampung– Walikota Bandarlampung, Eva Dwiana, memberikan penekanan keras bahwa upaya reformasi birokrasi di daerah tidak boleh berhenti pada jargon atau slogan semata. Ia menegaskan, reformasi harus diwujudkan menjadi gerakan perubahan yang konkret dan nyata.

Hal tersebut disampaikan Eva Dwiana saat membuka Seminar Nasional Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara dan Hukum Administrasi Negara (APHTN-HAN) Pengurus Wilayah Lampung. Acara yang digelar atas kerja sama dengan Pemerintah Kota Bandarlampung ini berlangsung di Gedung Semergo pada Jumat (14/11).

Bertabur Tokoh Nasional, Bahas Tantangan Pemerintahan Daerah

Seminar Nasional Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara dan Hukum Administrasi Negara (APHTN-HAN) Pengurus Wilayah Lampung. Acara yang digelar atas kerja sama dengan Pemerintah Kota Bandarlampung ini berlangsung di Gedung Semergo pada Jumat (14/11) || Foto: Ridho/5W1HINDONESIA.ID
Seminar Nasional Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara dan Hukum Administrasi Negara (APHTN-HAN) Pengurus Wilayah Lampung. Acara yang digelar atas kerja sama dengan Pemerintah Kota Bandarlampung ini berlangsung di Gedung Semergo pada Jumat (14/11) || Foto: Ridho/5W1HINDONESIA.ID

Seminar yang mengusung tema “Peran HTN-HAN dan Tantangan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Baru: Dari Good Governance sampai Reformasi Birokrasi” ini turut dihadiri sejumlah tokoh penting di tingkat nasional.

Baca Juga  126 Ibu PKK Ikuti Lomba Jajanan Sehat

Beberapa narasumber yang hadir adalah Ketua Komisi II DPR RI, Dr. M. Rifqinizamy Karsayuda; Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI, Prof. Zudan Arif Fakrulloh; Sekjen APHTN-HAN, Prof. Bayu Dwi Anggono; serta akademisi hukum dari Universitas Pancasila, Fritz Edward Siregar.

Menurut Eva, kehadiran APHTN-HAN di Lampung adalah peluang emas bagi Pemkot untuk memperkuat kualitas tata kelola pemerintahan dan merumuskan kebijakan yang berbasis kajian akademis yang mendalam.

“Kegiatan ini momentum strategis untuk memperkuat kolaborasi demi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, serta mendorong lahirnya birokrasi yang adaptif, inovatif, dan berintegritas,” ujar Eva.

Baca Juga  Nakes Bandarlampung Terima Bantuan dari PSMTI dan Pemkot

Tuntutan Masyarakat Makin Tinggi, Pemkot Andalkan Digitalisasi

Walikota Eva juga menyoroti bahwa tuntutan publik terhadap kualitas pelayanan terus meningkat. Oleh karena itu, kesinambungan kepemimpinan daerah tidak cukup hanya sekadar melanjutkan program, tetapi wajib memastikan pemerintahan berjalan secara transparan, efektif, dan responsif.

Ia menyebut, Pemkot Bandarlampung terus mengakselerasi reformasi birokrasi, salah satunya melalui digitalisasi layanan, peningkatan kapasitas aparatur, dan penguatan akuntabilitas.

“Keberhasilan reformasi birokrasi bukan hanya ditentukan pemerintah, tetapi juga oleh kampus, akademisi, dan organisasi profesi seperti APHTN-HAN yang memberikan landasan ilmiah serta kritik konstruktif,” tegasnya, sembari mengapresiasi pelantikan pengurus baru APHTN-HAN di kota tersebut.

Baca Juga  Jalin Silaturahmi, Mantan Napiter Asal Lampung Ini Bagikan Sembako dan Takjil di Lingkungan Sekitarnya

BKN Gandeng Akademisi untuk Kebijakan ASN

Di lokasi yang sama, Kepala BKN RI, Prof. Zudan Arif Fakrulloh, yang juga Anggota Dewan Pembina APHTN-HAN, menyoroti peran vital akademisi dalam perumusan kebijakan reformasi birokrasi dan manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Dari sisi birokrasi, saya sering meminta bantuan rekan-rekan APHTN-HAN untuk mendorong penguatan sistem, kebijakan, dan regulasi reformasi birokrasi,” ungkap Zudan.

Ia meyakini, kolaborasi erat antara pemerintah dan akademisi akan memperkuat arah pengembangan kompetensi ASN sehingga mampu memberikan dampak yang lebih besar pada agenda pembangunan nasional.

“Dengan dukungan para akademisi dan praktisi APHTN-HAN, kebijakan pengembangan ASN bisa lebih terarah dan mendukung pencapaian program Asta Cita,” pungkas Prof. Zudan.

Visited 10 times, 1 visit(s) today