5W1HINDONESIA.ID, ZONA MUSLIM – Ciri-ciri orang musyrik sering kali dipertayakan oleh umat muslim. Musyrik sendiri merupakan sebutan atau istilah bagi orang yang menyekutukan Allah SWT dan bertentangan dari ajaran tauhid-Nya.
Apabila perbuatan tersebut dilakukan, maka termasuk dosa besar dan akan masuk ke dalam neraka. Nah, untuk mengetahui lebih lanjut terkait ciri-ciri dari orang musyrik, yuk simak pembahasan berikut.
Apa Saja Ciri-ciri Orang Musyrik?
Dalam ajaran Islam, umat muslim dianjurkan untuk menjauhi perbuatan musyrik dan praktik-praktik syirik. Karena itu, ada beberapa ciri-ciri seorang manusia dikatakan musyrik, antara lain:
1. Menyekutukan Allah SWT
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, orang musyrik cirinya adalah menyekutukan Allah SWT. Untuk itu, orang-orang musyrik akan ditempatkan oleh Allah SWT di dalam neraka. Hal ini sesuai dengan bunyi dari surat Al-Maidah ayat 72.
Ayat tersebut memiliki arti, “Sesungguhnya telah kafirlah mereka orang-orang yang berkata: ‘Sesungguhnya Allah ialah Almasih putra Maryam’. Padahal Almasih atau sendiri berkata: ‘Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu’.
Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, pasti diharamkan kepadanya surga dan tempatnya adalah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang dzolim itu seorang penolong pun”.
2. Beramal Tetapi Riya
Orang musyrik biasanya melaksanakan suatu ibadah dengan tujuan pamer atau riya. Menurut ajaran Islam, perbuatan tersebut masuk ke dalam musyrik kecil sehingga amalannya tidak dihitung sebagai pahala.
Berdasarkan Al-Qur’an surat Al-Kahfi ayat 10, Allah SWT berfirman, “Barang siapa mengharap perjumpaan dengan Rabbnya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang sholeh dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah”.
3. Mencintai Sesuatu Melebihi Cinta Kepada Allah SWT
Ciri-ciri dari orang musyrik selanjutnya adalah mencintai sesuatu melebihi cinta kepada Allah SWT. Padahal, sejatinya cinta manusia hanya diperuntukan oleh Allah SWT semata. Dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 165 pun dijelaskan mengenai hal tersebut.
Ayat tersebut berarti, “Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah selain Allah SWT; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah.
Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat dzolim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa pada hari kiamatm bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal)”.





