5W1HINDONESIA.ID, BANDAR LAMPUNG – Harga BBM yang mengalami kenaikan mulai berdampak pada sejumlah pedagang. Ada yang berupaya dengan menaikan harga jual namun tidak sedikit yang mengurangi porsi agar harga tetap sama.
Darmawati yang telah berjualan gorengan sejak tahun 1998 mengatakan, dirinya berupaya agar harga gorengan tetap sama meski ada kenaikan harga minyak.
“Kalau harganya masih terjangkau kita usahakan harga tetap sama. Tapi kalau sudah naik terus terpaksa kita akan naikan harganya,” ujarnya saat ditemui di Jalan way semangka beberapa waktu lalu.
Untuk saat ini ia masih menjual harga gorengan Rp 1.250 per satu gorengan. Namun harga tersebut akan naik jika ongkos produksinya terus mengalami kenaikan.
“Paling kalau naik jadi Rp 1.500 per satu gorengannya,” katanya.
Begitu juga dengan Andi, pedagang nasi goreng yang berlokasi di jalan Gatot Subroto ini hanya akan menyesuaikan porsi nasi goreng.
“Belum ada rencana untuk menaikan harga, karena kasihan kalau naik nanti harganya makin mahal. Apalagi sekarang kan musim susah, lagi pandemi,” ucapnya.
Ia pun mengungkapkan, naiknya harga BBM tentu membuat dirinya harus mengeluarkan modal sedikit lebih besar dari sebelumnya.
Untuk diketahui, pemerintah telah resmi menaikan harga BBM bersubsidi per 3 September 2022 mulai pukul 14.30 setelah membagikan BLT di Lampung.
Berikut ini harga tiga jenis BBM bersubsidi terbaru
Solar dari Rp 5.150 per liter menjadi Rp 6.800 per liter.
Pertamax dari Rp12.500 menjadi Rp14.500 per liter.
Pertalite dari Rp10.000 dari sebelumnya, Rp7.650 per liter. (CR)











