5W1HINDONESIA.ID, KESEHATAN – Bagi wanita, dampak sering catok rambut sangat penting untuk diketahui. Pasalnya, catokan merupakan salah satu hal yang sering dilakukan agar tampilan rambut terlihat lebih rapi dan teratur.
Akan tetapi, metode styling dengan alat catok rambut bisa menimbulkan berbagai dampak buruk. Nah, untuk mengetahui lebih lanjut mengenai risiko terlalu sering mencatok rambut, yuk simak ulasan berikut.
Apa Saja Dampak Sering Catok Rambut?
Dilansir dari Stylecraze, terdapat berbagai efek samping akibat penggunaan catok rambut, mulai dari kecil hingga besar. Adapun beberapa dampak yang mungkin dialami akibat sering melakukan catok pada rambut, antara lain:
1. Rambut menjadi kering
Saat menggunakan catokan, asap akan keluar dari rambut yang sebenarnya adalah uap. Catokan rambut berfungsi menyerap semua kelembapan dari rambut untuk meluruskannya. Satu-satunya cara agar kelembapan rambut bisa lepas adalah dengan menguap.
Hal inilah yang menyebabkan rambut akan kembali ke keadaan semula setelah keramas. Penggunaan catok dalam waktu lama diketahui dapat menghilangkan minyak alami rambut dan membuatnya kering serta rapuh.
2. Rusak permanen
Selain membuat kering, penggunaan catokan yang berlebihan juga akan melemahkan struktur helai rambut. Rambut akan menjadi lebih rentan parah sangat sudah sangat kering akibat catok atau pelurusan. Paparan panas dan bahan kimia lain dapat membuat helaian rambut semakin lemah dan akhirnya rusak permanen.
3. Kerontokan pada rambut
Kebiasaan mencatok rambut bisa menyebabkan kerusakan pada folikel-folikelnya. Ketika folikel sudah rusak, maka tidak cukup kuat untuk menahan akar rambut. Karena itu, ketika panas dan bahan kimia diaplikasikan, rambut menjadi mulai rontok.
Tanpa perawatan yang tepat setelah pencatokan, folikel rambut lama kelamaan akan mati dan sulit membuat rambut lagi. Apabila proses ini berulang dan dibiarkan, maka dampak buruk yang mungkin dialami adalah kebotakan.
4. Kulit kepala gatal
Terlalu banyak panas dan bahan kimia yang digunakan saat mencatok, bisa membuat kulit kepala kehilangan kelembapan. Hal ini ternyata juga dapat menghilangkan kemampuan alaminya, yakni menghasilkan minyak.





