Bandar LampungLampungPemerintahan

Dampingi Kunjungan Kerja Komisi XII DPR-RI, Gubernur Mirzani Pastikan Kesiapan Distribusi Energi dan Pasokan Listrik di Lampung

31
×

Dampingi Kunjungan Kerja Komisi XII DPR-RI, Gubernur Mirzani Pastikan Kesiapan Distribusi Energi dan Pasokan Listrik di Lampung

Sebarkan artikel ini
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal mendampingi Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI ke Integrated Terminal Panjang bertempat di Pertamina TBBM Panjang || Foto: Dinas Kominfotik Provinsi Lampung
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal mendampingi Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI ke Integrated Terminal Panjang bertempat di Pertamina TBBM Panjang || Foto: Dinas Kominfotik Provinsi Lampung

Menurut Putri, peningkatan pengawasan menjadi kunci untuk menjamin pasokan yang cukup bagi masyarakat, mencegah kelangkaan serta menghindari spekulasi harga yang dapat merugikan konsumen.

“Pengawasan terhadap lembaga penyalur BBM dan LPG bersubsidi harus diperkuat guna memastikan distribusi dapat berjalan optimal sebelum, saat dan setelah perayaan Idul Fitri 1446 Hijriah,” tegasnya

“Selain itu, penting untuk menjamin penyaluran yang tepat sasaran mengantisipasi lonjakan konsumsi serta mencegah adanya oknum-oknum ataupun praktik-praktik penyimpangan baik dari penyimpangan harga, penimbunan stok yang tentu dapat mengganggu kuota distribusi yang telah ditetapkan oleh pemerintah,” sambungnya.

Putri juga menyampaikan bahwa Komisi XII DPR RI juga mendorong peningkatan koordinasi Pertamina Patra Niaga melalui peluncuran Satgas Ramadan dan Idul Fitri (RAFI) 2025 dengan lembaga-lembaga terkait seperti BPH migas, kepolisian, Dinas Perhubungan, Dinas ESDM Provinsi, dan Hiswana Migas.

Baca Juga  PLN Gerak Cepat Tangani Kelistrikan Dampak Longsor di Suoh Lampung Barat

“Kolaborasi ini tentu menjadi penting bagi kita semua agar memastikan pengawasan berjalan dengan ketat, serta menindak tegas segala bentuk penyimpangan yang terjadi untuk melindungi hak-hak masyarakat atas energi bersubsidi yang adil dan merata,” tegasnya.

Melalui kunjungan kerja spesifik Komisi XII DPR RI, Putri juga menegaskan bahwa kecukupan pasokan BBM dan LPG bersubsidi bagi masyarakat harus menjadi prioritas utama.

“Pasokan BBM dan LPG bersubsidi bagi masyarakat harus menjadi prioritas utama. Dengan pengawasan dan persiapan yang maksimal kami berharap kebutuhan energi selama periode bulan Ramadan hingga Idul Fitri dapat terpenuhi dengan baik mendukung kelancaran aktivitas masyarakat serta menjaga stabilitas ekonomi dan sosial khususnya di provinsi Lampung,” tandasnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Manajemen Risiko PT Pertamina Patra Niaga Rahman Pramono Wibowo menyampaikan bahwa momen Idul Fitri yang akan terjadi dalam waktu dekat akan diikuti dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat dari sektor bahan bakar minyak maupun dari LPG.

Baca Juga  Diskusi Kebudayaan Lampung, Teguhkan Komitmen Jaga Warisan Budaya di Tengah Arus Globalisasi

“Wilayah regional Sumatra Bagian Selatan ini memang menjadi sangat krusial apalagi apabila dihubungkan dengan kegiatan Ramadan dan Idul Fitri. Menyambut kedatangan hari raya Idul Fitri yang tentunya akan diikuti dengan kegiatan mudik yang implikasinya akan meningkatnya kebutuhan masyarakat dari sektor bahan bakar minyak maupun LPG,” paparnya.

“Karena wilayah Sumatra Bagian Selatan ini menjadi Hub yang akan dilewati arus mudik, tentunya ini menjadi sangat krusial bagi kita semuanya,” ucapnya.

Dalam upaya mengantisipasi hal tersebut, Rahman menyampaikan bahwa PT Pertamina Patra Niaga telah membentuk satgas yang juga memprediksi kenaikan yang akan terjadi.

“Khususnya di gasoline Sumatra Bagian Selatan di angka 15,5% dari kondisi normal, gasoline itu artinya Pertamax, Pertalite, dan juga Pertamax turbo. Sementara untuk jenis gasoil untuk solar, dex dan juga dex lite itu justru mengalami penurunan sekitar 9,5% karena memang kegiatan aktivitas ekonomi khususnya kegiatan-kegiatan bisnis, kegiatan industri mengalami penurunan sehingga aktivitas-aktivitas itu berdampak penurunan di gasoil,” jelasnya.

Baca Juga  Gaji dan TPP ke-13 ASN Lampung Senilai Rp 118,7 Miliar Mulai Dicairkan

“Untuk LPG estimasi kami di angka 7,7% peningkatan di masa satgas ini. Untuk avtur ini menjadi penting karena tentunya moda transportasi yang sangat preferable dari jawa menuju Sumatera adalah pesawat, tentu kenaikannya cukup tinggi di 23,9%,” sambungnya.

Dengan hasil prediksi tersebut, Rahman juga mengungkapkan Pertamina juga melakukan antisipasi melalui meningkatkan ketahanan stok masing-masing lokasi.

“Dengan angka-angka itu kami mempersiapkan untuk kenaikan tersebut dengan meningkatkan ketahanan stok di masing-masing field terminal,” tandasnya. (Rls/SA)