Bandar LampungLampungNasionalPemerintahan

Dampingi Menaker RI Yassierli, Pj Gubernur Samsudin Kunjungi BLK Dinakertrans Provinsi Lampung

15
×

Dampingi Menaker RI Yassierli, Pj Gubernur Samsudin Kunjungi BLK Dinakertrans Provinsi Lampung

Sebarkan artikel ini
Pj. Gubernur Lampung Samsudin mendampingi Menteri Ketenagakerjaan Yassierli dan tim Ketenagakerjaan mengunjungi UPTD BLK milik Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Lampung || Foto: Adpim Pemprov Lampung
Pj. Gubernur Lampung Samsudin mendampingi Menteri Ketenagakerjaan Yassierli dan tim Ketenagakerjaan mengunjungi UPTD BLK milik Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Lampung || Foto: Adpim Pemprov Lampung

5W1HIndonesia.id, Bandar Lampung – Pj. Gubernur Lampung Samsudin mendampingi Menteri Ketenagakerjaan Yassierli dan tim Ketenagakerjaan mengunjungi Unit Pelaksanaan Teknis Daerah (UPTD) Balai Latihan Kerja (BLK) milik Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Lampung, di Bandar Lampung, Selasa (21/1/2025).

Rombongan meninjau salah satu gedung yang kini dalam proses berubah dari UPTD ke Unit Pelaksanaan Teknis Pusat (UPTP) milik Kementerian di daerah.

Baca Juga  Pemprov Lampung Gelar Peringatan Hari Pendidikan Nasional, Ini Pesan Mendikbud Ristek

Dalam kesempatan itu, Menaker Yassierli melihat sejumlah ruang pelatihan, antara lain ruang pelatihan teknologi dan komunikasi, garmen tekstil, ruang las dan bubut, dan ruang mesin kendaraan (mobil dan motor).

Baca Juga  Pj Gubernur Samsudin Buka MTQ Tingkat Provinsi Lampung ke-51

Rencananya tahun 2025 ini, gedung ini akan direvitalisasi. Gedung yang kurang layak akan dibangun menjadi gedung yang bagus dan menjadi kebanggaan Provinsi Lampung.

Menaker mengungkapkan gedung itu akan digunakan untuk pelatihan dengan target nasional satu juta peserta pelatihan.

Baca Juga  Pj Gubernur Lampung Laksanakan Salat Jumat Bersama di Masjid Al-Hijrah Kota Baru

“Penjurusan akan disesuaikan dengan potensi daerah masing-masing, yang jelas harus ada lima unsur yaitu manufaktur, hospitality, digital, dan bahasa, itu minimal itu harus ada di setiap balai,” kata Yassierli. (Rls/SA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *