“Hal ini mengingat begitu penting dan strategisnya keberadaan relawan ini. Saya harapkan dalam kerelawanan dapat diteruskan dalam kehidupan sehari-hari di tengah masyarakat,” katanya.
Chusnunia berpendapat relawan tidak dibayar bukan karena tidak berharga, tetapi karena relawan tidak ternilai. Kiranya ungkapan tersebut dapat menjadi pelecut semangat untuk hadir dan berperan aktif di masyarakat.
Sementara itu, Ketua Pelaksana kegiatan Gathering Nusantara Amril Haq menyampaikan bahwa kegiatan ini dimulai Jumat 3 Maret 2023 akan berlangsung selama tiga hari sampai dengan 5 Maret 2023.
“Lokasi yang dipilih di Tahura Wan Abdurrahman akan kami jadikan simulasi pelatihan rescue dalam beberapa kondisi. Kemudian, pelaksanaan kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan kolaborasi dan sinergitas dalam kegiatan pencarian dan pertolongan bencana alam, serta musibah atau kecelakaan yang memerlukan keahlian khusus,” jelasnya.
Amril mengatakan Gathering Nusantara Relawan Rescue diikuti lebih dari 500 orang relawan, 152 komunitas relawan, 60 personel Brimob Lampung, serta 15 Marinir.
Peserta GNRR dari terdiri dari berbagai daerah Se-Indonesia antara lain Provinsi Lampung selaku tuan rumah, Bengkulu, Palembang, Sumatera Barat (Sumbar), Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat (Jabar), dan Jawa Timur (Jatim). (Rls/SA)











