“Jadi kalau kita dibilang zona merah. Saya rasa belum masuk zona merah.Karena yang saya bilang tadi ini ketularan dari luar semua,” ucapnya.
Ia menyatakan bahwasannya pihaknya sudah sedemikian rupa mensterilkan kota Bandarlampung mulai dari tanggal 16 Maret sudah mengadakan penyemprotan di seluruh rumah ibadah dan rumah masyarakat.
“Dan juga ada enam jalan masuk dari luar kota saya semprot semua dan saya cek suhu tubuhnya mulai dari tanggal 20 Maret sudah kita adakan di Kota Bandarlampung,” katanya.
Menurutnya, semua warga Bandarlampung sebanyak 23 orang yang positif terpapar Covid-19 ini memang sejarahnya 18 orang dari luar semua, sedangkan yang lima orang ini tertular orangtuanya dan suaminya.
“Jadi kalau dibilang zona merah kurang tepat. Namun tidak masalah jika dibilang zona merah supaya saya lebih hati-hati lagi dan lebih steril lagi agar lebih sehat semua,” tuturnya.
Herman juga berharap kedepannya mudah-mudahan mulai hari ini dan seterusnya Bandarlampung aman dan tentram. “Serta gak ada masyarakatnya yang terkena Covid-19,” pungkasnya. (SA)











