5W1HINDONESIA.ID, ZONA MUSLIM – Doa husnul khotimah termasuk bacaan yang penting untuk diketahui oleh umat muslim. Pasalnya, doa ini berisikan permohonan agar manusia senantiasa diberikan keselamatan di alam kubur serta akhirat.
Husnul khotimah sendiri dimaknai dengan keadaan baik yang terjadi pada seseorang saat dirinya meninggal dunia. Nah, untuk mengetahui lebih lanjut terkait doa agar husnul khotimah, yuk simak pembahasan berikut.
Bagaimana Doa Husnul Khotimah yang Bisa Dilafalkan?
Setiap umat muslim tentu mengharapkan kondisi terbaik atau husnul khotimah saat meninggal dunia kelak. Sebab, seseorang yang meninggal dengan husnul khotimah telah dijanjikan Allah SWT akan ditempatkan di dalam surga.
Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Barangsiapa sampai akhir hayatnya tetap pada suatu keyakinan ucapan kalimat lailahaillallah pasti masuk surga”. Adapun beberapa bacaan doa agar husnul khotimah saat meninggal dunia, antara lain:
1. Doa dari Surat Al-A’raf Ayat 126
Doa agar mendapatkan kondisi terbaik saat meninggal dunia berasal dari Al-Qur’an surat Al-A’rah ayat 126. Bacaan doa yang bisa dipanjatkan adalah “Rabbana afrigh ‘alayna shabran wa tawaffana muslimin”.
Surat Al-A’raf ayat 126 ini tentu memberikan banyak manfaat di mana memiliki arti, yaitu “Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan matikanlah kami dalam keadaan muslim (berserah diri kepada-Mu)”.
2. Doa dari QS. Yusuf Ayat 101
Bagi umat muslim yang berharap bisa mendapatkan kondisi paling baik saat meninggal, maka bisa membaca ayat dari surat Yusuf. Doa agar husnul khotimah tercatat dalam Al-Qur’an surat Yusuf ayat 101 yang berbunyi “…Fatiras-samawati wal-ard, anta waliyyi fid-dun-ya wal-akhirah, tawaffani muslimaw wa al-hiqni bis-salihin”.
Arti dari doa ini adalah “Ya Allah Tuhan Pencipta langit dan bumi. Engkaulah Pelindungku di dunia dan di akhirat. Wafatkanlah aku dalam keadaan Islam dan gabungkanlah aku dengan golongan orang-orang yang saleh”.
3. Doa dari Surat Ali Imran Ayat 193
Doa agar husnul khotimah lainnya tercatat dalam Al-Qur’an surat Ali Imran ayat 193. Bunyi ayat tersebut adalah “Rabbanaa innanaa sami’naa munaadiyay yunaadii lil-iimaani an aaminuu birabbikum fa aamannaa rabbanaa fagfir lanaa zunubanaa wa kaffir ‘annaa sayyi`aatinaa wa tawaffanaa ma’al-abraar”.
Artinya, yaitu “Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman, (yaitu): ‘Berimanlah kamu kepada Tuhanmu’ maka kamipun beriman. Ya Tuhan kami, ampunilah bagi kami dosa-dosa kami.





