Bandar Lampung

Dosen Megister Teknik UBL: Tinjau Ulang Flyover Sultan Agung

×

Dosen Megister Teknik UBL: Tinjau Ulang Flyover Sultan Agung

Sebarkan artikel ini

Harusnya dari tahun ke tahun, Pemkot memberikan perhatiannya pada penyempurnaan angkutan umum.

Saat ini, pemkot malah terjebak pada pembangunan infrastruktur transportasi yang semakin membuat warga terdorong menggunakan mobil dan sepeda motor.

“Harusnya kita belajar dari DKI Jakarta yang saat ini sedang berupaya menjadikan kotanya berada pada jalur yang benar dalam pembangunan transportasi perkotaan,” katanya.

“Mereka sudah banyak membangun jalur pejalan kaki dan jalur sepeda, angkutan umum terus dimaksimalkan seperti busway, monorel, subway, dan angkutan pengumpan,” timpalnya.

Lanjutnya mengatakan DKI Jakarta sudah memproses perbaikan ini sejak beberapa belas tahun yang lalu. Harusnya, Bandarlampung mengubah cara pandang pembenahan transportasi perkotaan seperti DKI Jakarta dan kota-kota lain di luar yang menjadi maju dan modern serta memiliki branding kota yang humanis dan berkelanjutan.

Semuanya karena mereka menyempurnakan pelayanan mobilitas warga dengan mengembangkan public transport dan non-motorized transport.

“Apakah walikota akan mengarah ke sana? Saya tidak tahu, tetapi sebaiknya ke sana arah pandang kebijakan transportasi perkotaannya. Karena itu saya mendukung kebijakan penundanaan pembangunan flyover ini,” tuturnya.

“Walaupun saya tahu bahwa hal ini tidak mudah dilakukan oleh Pemkot. Tetapi, demi masa depan kota ini menjadi lebih baik, mungkin ada baiknya pemkot, walikota dan DPRD kota, menyetujui usulan berbagai pihak agar ada penundaan pembangunan flyover di Sultan Agung. Sebab posisinya juga terlalu dekat dengan flyover MBK,” pungkasnya. (SA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *