Sebelumnya, kursi yang menjadi media lukis WBP tersebut merupakan hasil tangan terampil dari WBP lainnya.
Dengan ide kreatif yang dimiliki WBP, drum bekas tak terpakai dapat disulap menjadi kursi sederhana untuk digunakan sebagai tempat duduk sehari-hari.
Ada pun proses pembuatan kursi dan melukis tersebut dilakukan di Klinik Pancasila, Lapas Kelas IIB Kota Agung.
Beni mengatakan, dengan adanya karya-karya tersebut, diharapkan dapat memberi harapan sekaligus memotivasi warga binaannya untuk berjiwa entrepreneur.
“Dengan demikian, ketika telah selesai menjalani masa pidana dan kembali ke masyarakat, WBP itu dapat kembali kehidupan secara normal dalam memenuhi kebutuhan ekonominya menggunakanbekal keterampilan yang telah didapatkan di dalam Lapas,” tandasnya. (SA)








