5W1HIndonesia.id, Gadget – Meta yang membawahi perusahaan Facebook mengklaim telah merugi hingga 10 miliar dolar AS atau sekitar Rp143 triliun gegara fitur App Tracking Transparency buatan Apple.
Fitur yang disematkan pada iPhone tersebut rupanya menjadi dampak buruk bagi Facebook, hal itu dibuktikan dengan pendapatan kuartal pertama hanya diperkirakan sekitar 27 miliar hingga 29 miliar dolar AS, jauh di bawah perkiraan para analis yang menyebut pendapatan mereka akan melebihi 30 miliar dolar AS.
“Kami percaya dampak iOS secara keseluruhan adalah tantangan pada bisnis kami pada tahun 2022. Ini di urutan 10 miliar dolar AS, jadi ini merupakan tantangan yang cukup signifikan untuk bisnis kami,” kata CFO Meta, Dave Wehner, kepada para analis dikutip dari Kumparan.
App Tracking Transparency merupakan fitur popup yang menanyakan pengguna apakah mereka ingin dilacak saat membuka aplikasi. Jika pengguna mengatakan tidak, pengembang aplikasi tidak dapat lagi mengakses Identifier for Advertisers (IDFA), semacam ID perangkat yang digunakan untuk menargetkan dan mengukur efektivitas iklan online.
Fitur tersebut pertama kali disematkan ke dalam iOS 14.5, yang dirilis untuk iPhone tahun lalu dan juga termasuk dalam iOS 15 yang berjalan pada 72 persen iPhone modern.
CEO Apple, Tim Cook, turut menyikapi atas kritik yang diberikan Facebook. Dirinya menjelaskan bahwa Facebook masih dapat melacak pengguna iPhone. Namun, pelacakan tersebut mesti melalui persetujuan pengguna lewat App Tracking Transparency. (FO/SA)











