“Gas alam dapat menjadi solusi sementara sebelum kita sepenuhnya beralih ke energi terbarukan,” ungkapnya.
Selanjutnya, melakukan pengembangan inovasi teknologi dalam pengolahan dan pemanfaatan gas serta kebijakan yang mendukung investasi dan pemanfaatan gas untuk terus dikembangkan.
“Termasuk kolaborasi dan sinergi antara daerah penghasil dan pengguna gas sangat penting. Dengan kerjasama yang baik, kita dapat menciptakan ekosistem energi yang saling mendukung dan menguntungkan,” ujarnya.
Ia meminta agar masyarakat perlu diberikan pemahaman mengenai pentingnya transisi energi dan peran gas alam dalam proses ini.
“Edukasi yang tepat akan meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam mendukung kebijakan energi yang berkelanjutan,” jelasnya.
Arinal menyampaikan apresiasi kepada ADPMET dalam memajukan Kemandirian Energi sektor Migas dan Energi Terbarukan khususnya di wilayah Lampung.
“Semoga Rapat Kerja ADMPET ini dapat menghasilkan solusi, rekomendasi dan langkah konkret yang dapat kita implementasikan bersama demi mendukung upaya transisi energi di Indonesia,” tandasnya.
Turut hadir pada acara ini, Sekretaris Jendral ADPMET Andang Bachtiar, Bupati Lampung Timur M. Dawam Rahardjo dan Wakil Bupati Banggai Furqanuddin Masulili.
Berlangsung mulai tanggal 5-7 Juni 2024, kegiatan ini diikuti para peserta dari 12 daerah dan 18 BUMD Migas anggota ADPMET. (Rls/SA)











