Bandar LampungLampungPemerintahan

Gubernur Lampung Dorong Pelatihan Vokasi Sesuai Kebutuhan Industri, Siapkan Anak Muda Jadi Pencipta Lapangan Kerja

×

Gubernur Lampung Dorong Pelatihan Vokasi Sesuai Kebutuhan Industri, Siapkan Anak Muda Jadi Pencipta Lapangan Kerja

Sebarkan artikel ini

Untuk mendukung langkah tersebut, Pemprov Lampung juga menyiapkan program pembiayaan tanpa bunga atau nol persen bagi anak muda yang ingin mengembangkan usaha.

Program ini diharapkan dapat mempertemukan potensi sumber daya alam, kemampuan SDM, dan akses permodalan sehingga masyarakat tidak hanya menjadi pemasok bahan baku, tetapi juga pelaku usaha yang memperoleh nilai tambah dari hasil produksi daerah.

Selain pengembangan usaha di dalam daerah, Gubernur Mirza menyampaikan rencana memperluas kesempatan kerja bagi tenaga kerja Lampung di luar negeri, khususnya ke negara dengan tingkat penghasilan yang lebih tinggi seperti Jepang.

Pemprov Lampung menargetkan pengiriman 10.000 tenaga kerja pada tahun mendatang. Pengalaman, keterampilan, dan modal yang diperoleh diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha ketika mereka kembali ke Lampung.

Dalam konteks tersebut, program TMT menjadi salah satu instrumen untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja sesuai kebutuhan pengguna.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Lampung Agus Nompitu melaporkan, hingga peluncuran program telah diterima 268 usulan pelatihan dengan jumlah calon penerima manfaat mencapai 5.788 orang. Usulan tersebut berasal dari koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota, perguruan tinggi, Apindo, serikat pekerja, serta kelompok strategis lainnya.

Jenis pelatihan yang diusulkan mencakup 17 bidang kejuruan, antara lain bisnis dan manajemen, teknologi informasi dan komunikasi, perhotelan, pengolahan produk bakery, kewirausahaan, metodologi instruktur, tata rias, tata busana, perikanan, pertanian, produktivitas, barista, pemandu wisata, public speaking, housekeeping, bahasa Jepang, pengelasan, dan kelistrikan.

Materi, jumlah peserta, lokasi, serta jadwal pelatihan dirancang berdasarkan kebutuhan mitra pengguna tenaga kerja.

Agus menjelaskan, program TMT dilaksanakan berdasarkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Pelatihan Vokasi. Melalui skema ini, pelatihan tidak hanya menitikberatkan pada teori, tetapi juga keterampilan praktis, budaya kerja, kedisiplinan, produktivitas, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar kerja.

Sementara itu, Rektor UIN Raden Intan Lampung Prof. Wan Jamaluddin Z. menyampaikan, pelaksanaan TMT di kampusnya diikuti 288 mahasiswa yang tersebar dalam 18 kelas. Sebanyak 176 mahasiswa mengikuti 11 kelas pada Batch 1 yang berlangsung 19–23 Oktober 2026, sedangkan 112 mahasiswa lainnya mengikuti tujuh kelas Batch 2 pada 2–6 November 2026.

Materi pelatihan di kampus tersebut meliputi digital marketing, digital marketing affiliate, desain grafis, pengelolaan sampah terpadu, halal chain, audit, komputer, produktivitas, dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Kepala Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Serang Kementerian Ketenagakerjaan Adi Nugroho mengatakan, pihaknya menargetkan sekitar 5.000 peserta pelatihan dari Lampung pada 2026.

Jumlah tersebut direncanakan meningkat menjadi 7.000 peserta pada 2027 dengan jangkauan pelatihan yang lebih luas, tidak hanya di perguruan tinggi, tetapi juga di desa-desa, terutama pada sektor pertanian, peternakan, dan perkebunan.

Melalui kolaborasi pemerintah daerah, Kementerian Ketenagakerjaan, perguruan tinggi, dan dunia usaha, program TMT diharapkan mampu mempertemukan keterampilan tenaga kerja dengan kebutuhan industri sekaligus mendorong tumbuhnya wirausaha baru.

Dengan demikian, generasi muda Lampung tidak hanya memperoleh peluang untuk bekerja, tetapi juga memiliki kemampuan mengembangkan potensi ekonomi daerah, menciptakan lapangan pekerjaan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (Rls/SA)