5W1HIndonesia.id, Bandar Lampung — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung terus mendorong digitalisasi bantuan sosial yang didukung data kependudukan akurat dan terintegrasi agar penyaluran bantuan lebih cepat dan tepat sasaran.
Hal tersebut ditekankan Gubernur Lampung dalam sambutan tertulis yang dibacakan Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM), Imam Ghozali, pada apel mingguan di lingkungan Sekretariat Daerah Provinsi Lampung di Lapangan Korpri komplek Kantor Gubernur Lampung, Senin (2/11/2026).
Gubernur mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) untuk memeriksa dan memperbarui data kependudukan keluarga masing-masing serta membantu menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat.
Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan bahwa berdasarkan Data Kependudukan Bersih Semester I Tahun 2026 yang dikeluarkan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri RI, jumlah penduduk Provinsi Lampung tercatat sebanyak 9.351.168 jiwa.
Dengan jumlah tersebut, Lampung menempati urutan kedua jumlah penduduk terbanyak di Pulau Sumatra setelah Provinsi Sumatra Utara, serta urutan kedelapan dari seluruh provinsi di Indonesia.
Menurut Gubernur, jumlah penduduk itu menjadi salah satu pertimbangan penting bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan dan menyelenggarakan pelayanan publik yang mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Sejalan dengan itu, pemerintah terus mendorong transformasi digital untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih mudah, cepat, dan tepat sasaran.
“Salah satu upaya yang dikembangkan adalah digitalisasi bantuan sosial dengan dukungan data kependudukan yang akurat dan terintegrasi,” ucap Gubernur.











