5W1HIndonesia.id, Bandar Lampung — Menindaklanjuti dinamika harga komoditas pangan nasional dan target percepatan perumahan rakyat, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mematangkan langkah sinergis bersama pemerintah pusat.
Upaya penyelarasan kebijakan ini difokuskan melalui Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 sekaligus Evaluasi Program 3 Juta Rumah, yang diikuti oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Yanyan Ruchyansyah, secara virtual dari Ruang Command Center Diskominfotik, Senin (19/10/2026).
Rapat koordinasi tingkat nasional ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Tomsi Tohir.
Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya komitmen bersama dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok di tengah tantangan iklim saat ini, termasuk dampak musim panas yang berkepanjangan dan potensi bencana alam.
“Kita harus tetap berupaya menjaga harga bahan-bahan pokok ini untuk dapat terjaga dan dapat terjangkau oleh masyarakat,” tegas Tomsi Tohir.
Selain isu ketahanan pangan, agenda rapat juga menyoroti urgensi penyediaan hunian melalui Program 3 Juta Rumah, sebuah program prioritas yang diamanatkan langsung oleh Presiden melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).
Pemerintah pusat melalui Plt. Dirjen Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Teddy Paul, menyampaikan capaian positif implementasi peraturan kepala daerah terkait pembebasan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) yang telah mencapai 100% di 509 kabupaten/kota.
Teddy Paul merincikan, khusus untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), realisasi pembebasan BPHTB hingga Oktober 2026 tercatat mencapai 42.636 penerima manfaat. Sementara itu, untuk target PBG 0 Rupiah bagi MBR tahun 2026, telah tercapai 183.121 unit dari target 206.954 unit.
Pemerintah pusat mendorong percepatan bagi 211 kabupaten/kota yang belum mengkonfirmasi data jumlah pembebasan retribusi PBG 0 rupiah, serta 33 provinsi terkait konfirmasi data BPHTB 0 rupiah.











