“Sudah kasih rambu-rambu, datangnya dari mana pun, selagi itu bertentangan dengan budaya atau bukan dari budayanya orang beriman akan mengangkat syiar orang tidak beriman, dari ini saja hendaknya ini kita hindari,” jelas Buya Yahya.
Dia mengatakan bahwa yang dimaksudkannya bukan hanya persoalan K-Pop melainkan hal-hal lainnya yang bertentangan dengan budaya muslim.
“Saya tidak bicara tadi K-Pop, Korean Pop, dan sebagainya, banyak yang lainnya budaya-budaya selain Korea banyak, dari orang-orang yang tidak beriman banyak,” katanya.
“Tapi mungkin saat ini yang lagi nge-booming, ngetren, atau lagi nyebar, yaitu K-Pop. Sebetulnya yang lain juga banyak, maka orang beriman itu tidak melihat, kita tidak mengomentari tentang K-Pop itu (saja),” tegasnya menambahkan.
Menurutnya, persoalan mengidolakan seseorang, tontotan, atau suatu budaya bukan lagi persoalan halal atau tidak halal.







