5W1HINDONESIA.ID, ZONA MUSLIM – Hukum puasa tanpa sahur perlu diketahui seorang muslim, terutama ketika sudah memasuki bulan suci Ramadhan. Sahur sendiri merupakan salah satu sunnah puasa yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW kepada umatnya.
Biasanya, sahur dilakukan pada sepertiga malam dan berakhir saat adzan subuh dikumandangkan. Nah, agar lebih paham mengenai sahur saat puasa, yuk simak pembahasan selengkapnya berikut.
Hukum Puasa Tanpa Sahur Menurut Hadis
Dalam ajaran agama Islam, sebenarnya tidak disebutkan bahwa inti dari berpuasa adalah sahur sehingga hukumnya sunnah. Karena itu, puasa sendiri akan tetap dianggap sah meski dilakukan tanpa makan sahur. Hal tersebut tertuang dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Imam Nasai, dan Imam Tirmidzi.
Hadis yang dimaksud berisi, “Dari Aisyah RA berkata, ‘Suatu hari, Nabi Muhammad SAW menemui kami dan bertanya, ‘apakah engkau punya makanan?’ Kami menjawab, ‘Tidak.’ Nanti dia lupa, ‘Kalu begitu, saya akan puasa’”.
Dari hadis inilah, diterangkan bahwa Rasulullah SAW memutuskan untuk puasa karena tidak adanya makanan di rumah. Tentunya, ini menjadi pertanda jika Nabi Muhammad SAW tidak sahur di malam hari, namun tetap berpuasa di keesokan harinya.
Melihat dari manfaatnya, makan sahur memang sangat dianjurkan karena dapat memberikan energi kepada tubuh. Rasulullah SAW bersabda, “Bersantap sahurlah kalian, karena dalam sahur itu ada keberkahan”. (HR. Bukhari)
Aktivitas sahur sendiri dapat berupa menyantap sesuatu meski hanya seteguk air. Nabi Muhammad SAW bersabda mengenai keutamaan sahur, yakni “Bersahur itu adalah suatu keberkahan, maka janganlah kamu meninggalkannya meski hanya seteguk air karena Allah dan para malaikat bershalawat atas orang-orang yang sahur”. (HR. Ahmad)
Kapan Waktu yang Tepat untuk Sahur?
Untuk melaksanakan sahur, waktu yang disunnahkan adalah selepas tengah malam. Perlu diingat, sahur harus diakhirkan selama tidak masuk waktu yang diragukan. Maksud dari waktu yang diragukan, yaitu waktu apakah masih malam atau sudah terbit fajar.
Rasulullah SAW pun menganjurkan kepada umatnya untuk mengakhiri sahur. Dalam sebuah hadir, Rasulullah mengungkapkan, “Umatku senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka mengakhirkan sahur dan menyegerakan berbuka”. (HR. Ahmad)
Dalam kitab Bahrul Fawaid, Abu Bakar Al Kalabadzi menjelaskan jika waktu mengakhirkan sahur paling tepat, yakni di sepertiga malam terakhir. Tujuan mengakhirkan sahur di waktu tersebut bukan semata untuk makan dan minum, melainkan agar diiringi dengan ibadah lain, seperti sholat malam, dzikir, dan berdoa.
Keutamaan Sahur Sebelum Puasa yang Perlu Diketahui
Puasa tentu dianjurkan dari sisi kesehatan karena memiliki banyak manfaat untuk tubuh. Agar tidak lemas dan tetap bugar saat berpuasa, maka energi bisa didapatkan dengan sahur. Adapun beberapa keutamaan sahur sebelum puasa, antara lain:
1. Mendapatkan Keberkahan
Salah satu keutamaan sahur adalah mendapatkan lebih banyak keberkahan. Seseorang yang berpuasa dengan sahur diakui lebih hebat dibandingkan yang melewatkannya. Tidak hanya itu, berdoa di waktu sahur juga lebih mustajab sehingga sangat diutamakan.
2. Banyak Kesempatan Beribadah
Saat bangun dan makan sahur, tentu akan menunggu hingga mendekat batas waktu atau biasa disebut imsak. Dengan demikian, maka peluang untuk melewatkan sholat subuh lebih kecil dan bahkan bisa melaksanakannya di awal waktu.





