Zona Muslim

Hukum Sholat Jenazah, Syarat Sah, dan Tata Caranya

26
×

Hukum Sholat Jenazah, Syarat Sah, dan Tata Caranya

Sebarkan artikel ini
hukum sholat jenazah
Ilustrasi Hukum Sholat Jenazah || Photo by Visual Karsa on Unsplash || 5W1HINDONESIA.ID

5W1HINDONESIA.IDZONA MUSLIM – Sebagai umat muslim, hukum sholat jenazah perlu diketahui agar tidak terjadi kesalahpahaman. Sholat mayit atau sholat jenazah sendiri merupakan ibadah yang dilakukan oleh Rasulullah SAW dan para sahabatnya.

Saat melakukan sholat jenazah, terdapat pula syarat sah dan rukun yang harus dipenuhi. Nah, untuk mengetahui lebih lanjut terkait syarat dan tata cara sholat jenazah, yuk simak pembahasan berikut.

Hukum Sholat Jenazah dan Syarat Sahnya

Sholat jenazah merupakan sholat untuk mendoakan seorang muslim atau muslimah yang sudah meninggal dunia, baik laki-laki maupun perempuan. Hukum melaksanakan sholat jenazah adalah fardhu kifayah, yakni sebuah kewajiban yang secara pelaksanaannya dapat tercukupi jika telah dijalankan oleh sebagian kaum muslimin.

Akan tetapi, jika tidak satupun yang menjalankan sholat jenazah, maka seluruh kamu akan berdosa. Untuk melakukan sholat jenazah, terdapat beberapa persyaratan yang harus terpenuhi dahulu, antara lain:

  • Seseorang yang akan melakukan sholat jenazah harus mematuhi syarat sah lain, seperti bersih dari hadats serta najis, menutup aurat, dan menghadap kiblat.
  • Sholat jenazah harus dilaksanakan usai jenazah dimandikan serta dikafani.
  • Jenazah diletakkan di sebelah kiblat, dari orang yang akan menyalatkannya.

Dalam sholat jenazah, umumnya tidak ditentukan waktu secara khusus. Karena itu, sholat jenazah dapat dilakukan kapan saja, baik siang maupun malam, kecuali tiga waktu, seperti saat matahari terbit hingga agak meninggi, ketika matahari berada di tengah langit, dan saat mahatari hampir terbenam.

Tata Cara untuk Melakukan Sholat Jenazah

Setelah memahami syarat sah sholat jenazah, umat muslim juga perlu mengetahui tata cara melakukannya. Adapun tata cara untuk melaksanakan sholat jenazah yang harus dipahami, di antaranya:

1. Membaca Niat

Sebelum melaksanakan sholat jenazah, umat muslim perlu membaca niat terlebih dahulu. Niat ini pun dibedakan menjadi dua jenis di mana menyesuaikan dengan jenis kelamin dari jenazah yang akan disholati.

Niat untuk menyolati jenazah kelamin laki-laki adalah “Usholli ‘ala hadzal mayyiti fardholi ma’muman lillahi ta’ala”, yang artinya “Saya niat sholat atas mayit laki-laki ini fardhu karena Allah SWT”.

Sementara itu, niat untuk jenazah kelamin perempuan, yaitu “Usholli ‘ala hadzal mayyiti fardholi ma’muman lillahi ta’ala”, yang artinya “Saya niat sholat atas mayit perempuan ini fardhu karena Allah SWT”.

2. Takbir dan Membaca Surat Al-Fatihah

Setelah membaca niat, saat imam menyebutkan takbir pertama, maka makmum bisa mengikutinya. Kemudian, makmum bisa menyambung bacaan dalam sholat jenazah dengan surat Al-Fatihah.

3. Takbir Kedua dan Diteruskan dengan Membaca Sholawat Nabi

Pada takbir kedua, makmum bisa membaca sholawat Nabi, yaitu “Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad”, yang artinya “Ya Allah, berikanlah rahmat-Mu kepada junjungan kami Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad”.

4. Mendoakan Jenazah Setelah Takbir Ketiga

Usai membaca sholawat, makmum melanjutkan bacaan dengan membaca doa untuk jenazah pada takbir kedua. Doa ini umumnya juga berbeda-beda antara jenazah dengan kelamin laki-laki dan perempuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *