5W1HIndonesia.id, Artikel– Pernahkah kamu lihat daftar menu menggunakan huruf “K” untuk mengganti tiga nol dibelakang harga?
Ya, mengapa harus diganti dengan huruf “K” padahal untuk mewakili kalimat ribu bisa digantu dengan huruf “R” ternyata begini alasannya.
Dikutip dari Berita Viral, huruf “K” yang ada di belakang nominal harga itu merupakan singkatan dari bahasa chilioi atau kilo yang berarti ribuan yang digunakan untuk menyatakan banyak atau jamak.
Kilo digunakan sebagai unit pengukuran dalam sistem Satuan International atau SI (system international d’unites). Seperti halnya dalam penulisan jarak, 1 kilometer sama dengan 1.000 meter. Pun dengan dalam satuan berat, 1 kilogram sama dengan 1.000 gram.
Dalam penulisan harga, IDR 1K sama halnya dengan Rp1.000, 10K sama dengan Rp10.000, 100K sama dengan Rp100.000, dan seterusnya. Sementara IDR sendiri merupakan singkatan dari Indonesian Rupiah atau Rupiah Indonesia yang kode resminya mengacu pada standar internasional ISO 4217.
Meski singkatan itu berasal dari Yunani, namun negara Prancis menjadi pertama yang menggunakannya dalam penulisan harga. Penggunaan huruf K sebagai singkatan untuk menyebutkan ribu dimulai setidaknya sejak pertengahan tahun 1940-an.
Saat ini banyak orang yang mulai menggunakan huruf K dalam menuliskan daftar harga, entah itu di warung, pedagang kaki lima, hingga toko online.
Tak hanya menunjukkan harga, satuan huruf K rupanya juga dipakai dalam istilah teknologi. Salah satunya dipakai untuk menunjukkan resolusi gambar seperti 2K yang berarti 2.560 x 1.44o dan 4K berarti 3.840 x 2.160 dalam satuan pixel.
Terlepas dari sejarah huruf K di belakang angka untuk menyebut ribu, penggunaannya tanpa disadari lebih memudahkan dalam penulisan yang lebih singkat dan menarik. Dengan begitu, orang tidak susah lagi menghitung jumlah angka nol dalam daftar harga.(FO)







