Zona Muslim

I’tikaf dan Keutamaanya

×

I’tikaf dan Keutamaanya

Sebarkan artikel ini
I'tikaf biasa dijalankan pada 10 hari terakhir bulan Ramadan || Foto: 5w1hindonesia.id
I'tikaf biasa dijalankan pada 10 hari terakhir bulan Ramadan || Foto: 5w1hindonesia.id

5w1hindonesia.id, Zona Muslim – Salah satu kebiasaan umat muslim di 10 malam terakhir bulan Ramadan adalah mencari lailatul qadar dengan melakukan i’tikaf.

Dalam karyanya Fath al-Qarib al-Mujib, Syaikh Muhammad bin Qasim al-Ghazi menjelaskan, i’tikaf  berarti berdiam diri di masjid dengan sifat tertentu. I’tikaf hukumnya sunnah dan waktunya boleh dilakukan kapan saja.

Kegiatan i’tikaf sudah di contohkan oleh rasulullah shallallahu alaihi wasallam, seperti dikatakan oleh isyah radhiyallahu ‘anha:

“Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa beri’tikaf di sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadan hingga beliau diwafatkan oleh Allah. Lalu istri-istri beliau beri’tikaf setelah beliau wafat. Muttafaqun ‘alaih.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dan i’tikaf pun dianjurkan oleh asulullah shallallahu alaihi wasallam

“Carilah Lailatul Qadar di (malam ganjil) pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Lalu, apasaja keutamaan I’tikaf di 10 malam terakhir bulan suci Ramadan?

Mendapatkan Malam Lailatur Qadar

Mendapatkan malam lailatur qadar merupakan dambaan semua umat muslim di seluruh dunia.

Adapun ciri seseorang yang mendapatkan malam lailatur qadar yaitu :

1. akan melihat semua dengan terang di kegelapan malam.
2. dapat melihat seluruh benda dan makhluk di bumi bersujud hanya kepada Allah SWT.
3. Bisa mendengar suara malaikat dan semua tutur katanya.
4. Terkabul semua doa-doanya.

Adapun cara yang dianjurkan untuk mendapatkan lailatul qadar yakni dengan menjalankan i’tikaf dengan mengisi kegiatan ibadah seperti membaca Alquran dan tafsirnya, berzikir, salat qiyamul lail, dan kegiatan bermanfaat lain.

Menjauhi Perbuatan Maksiat

Melaksanakan i’tikaf berarti menjauhi segala aktivitas hirup pikuk duniiawi sehingga bisa menjauhkan kita dari perbuatan maksiat seperti bergunjing, bergosip dan kegiatan duniawi lainnya.

Fokus Mendekatkan diri Pada Allah

Saat menjalankan i’tikaf, artinya kita juga memelihara Habluminallah  atau menjaga hubungan kita dengan allah allah subhanahu wa ta’ala dengan menjalankan aktivitas keagamaan.

Oleh karena itu, dengan beritikaf kita melatih fokus dalam melaksanakan ibadah seperti shalat, mengaji, dzikir dengan harapan hubungan antara kita dan allah terus terjalin.

Waktu Untuk Merenung

Waktu terbaik untuk merenungkan kekurangan dan kesalahan adalah saat beritikaf.

Terkadang, kita lebih sering mengkritisi kekurangan orang lain namun lupa dengan kesalahan kita sendiri.

Melatih Kesabaran saat Beribadah

Beribadah saat menjalankan i’tikaf dituntut untuk tidak tergesa-gesa. Biasanya, umat muslim pada umumnya terburu-buru saat menjalankan ibadah karena ada urusan duniawi.

Namun dengan ber’itikaf, kita dilatih untuk bersabar dan meresapi makna berbidah dan menjaga Habluminallah  agar mendapatkan ridho Allah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *