Bandar LampungLampungPemerintahan

Jadi Irup Peringatan HAB Kemenag ke-78, Sekdaprov Fahrizal Sampaikan Amanat Menag Yaqut Cholil

×

Jadi Irup Peringatan HAB Kemenag ke-78, Sekdaprov Fahrizal Sampaikan Amanat Menag Yaqut Cholil

Sebarkan artikel ini
Sekdaprov Lampung Fahrizal Darminto menjadi Inpektur Apel Peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) Ke-78 Tahun || Foto: Adpim Pemprov Lampung
Sekdaprov Lampung Fahrizal Darminto menjadi Inpektur Apel Peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) Ke-78 Tahun || Foto: Adpim Pemprov Lampung

Menteri Agama menegaskan momentum pergantian tahun dan peringatan HAB ke-78 Kementerian Agama ini adalah saat yang tepat untuk memperbaiki diri menjadi lebih baik.

Melalui momentum HAB yang mengusung Tema “Indonesia Hebat Bersama Umat” ini, ia mengajak seluruh ASN Kementerian Agama untuk meningkatkan spirit layanan kepada seluruh umat beragama.

Menurutnya, tema tersebut bermakna bahwa insan Kemenag harus selalu membersamai umat untuk menuju Indonesia yang hebat, dimana wujud dari membersamai umat ini adalah dengan memberikan layanan yang sebaik-baiknya kepada seluruh umat beragama.

“Oleh karena itu, mari kita wujudkan birokrasi yang melayani. Kita layani umat dengan senang hati, riang gembira, dan penuh pengabdian. Jadikan pelayanan umat ini sebagai panggilan hati, bukan semata kewajiban birokrasi. Jika pelayanan umat ini dilandasi sebagai panggilan hati, maka saya yakin dan percaya akan terwujud birokrasi yang inklusif, transparan, dan berdampak. Kita akan betul-betul bersama umat, yang berujung pada Indonesia Hebat,” tandasnya.

Lebih dari itu, memasuki tahun pesta demokrasi di Indonesia, Menteri Agama berpesan kepada seluruh ASN Kementerian Agama untuk menjaga netralitas sesuai dengan ketentuan perundangan.

Dengan balutan netralitas tersebut, ia meminta kepada seluruh ASN Kementerian Agama untuk membantu menciptakan suasana kondusif di tengah masyarakat.

“Mari kita kawal pemilihan umum ini dari potensi penggunaan politik identitas, terutama identitas keagamaan. Kampanyekan kepada masyarakat untuk tidak menggunakan politik identitas karena madharat-nya sangat besar dan dapat berujung pada disintegrasi bangsa,” ajak Menag. (Rls/SA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *