Bandar LampungEKBISLampungPemerintahan

Jelang Ramadan, Pemprov Lampung Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi Daerah

×

Jelang Ramadan, Pemprov Lampung Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi Daerah

Sebarkan artikel ini
Pemprov Lampung diwakili oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan (Ekubang) Zainal Abidin, mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah secara virtual || Foto: Dinas Kominfotik Provinsi Lampung
Pemprov Lampung diwakili oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan (Ekubang) Zainal Abidin, mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah secara virtual || Foto: Dinas Kominfotik Provinsi Lampung

“Lebaran itu relatif lebih rendah dibandingkan dengan saat puasa. Namun demikian, ini perlu kita waspadai bahwa pada saat awal Ramadan di bulan Maret 2024 terjadi inflasi makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,41% tapi kemudian di bulan April setelah lebaran ini tekanan inflasinya berkurang,” terangnya.

Amalia juga menjelaskan bahwa kelompok yang memberikan andil inflasi terbesar pada bulan Ramadan adalah  kelompok makanan, minuman dan tembakau.

Kemudian, pada bulan saat Idul Fitri, biasanya kelompok yang memberikan andil inflasi terbesar adalah transportasi.

“Ini mungkin bisa menjadi catatan dan pembelajaran kita untuk bagaimana kita sudah mulai mengantisipasi untuk bulan depan dimana di bulan depan itu Ramadan akan berlangsung di awal Maret sampai akhir Maret dan lebarannya diperkirakan mungkin tanggal 31 Maret atau 01 April,” tegasnya.

Terkait Indeks Perkembangan Harga Minggu ke-1 Februari 2025 berdasarkan data SP2KP-pencatatan sd 7 Februari 2025, Amalia juga menjelaskan bahwa terdapat 11 provinsi yang mengalami kenaikan IPH dan 27 Provinsi yang mengalami penurunan IPH dibandingkan bulan sebelumnya, serta komoditas penyumbang andil terbesar kenaikan IPH di 11 provinsi tersebut adalah Cabai Merah dan Cabai Rawit.

Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional I Gusti Ketut Astawa dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa stok pangan relatif aman, khususnya dalam menghadapi lebaran.

“Secara prinsip kalau kita bicara proyeksi neraca pangan kita maka kondisi semua komoditas kita dalam kondisi aman, artinya beras, jagung, kedelai, bawang merah, bawang putih, cabai besar, kemudian cabai rawit, daging sapi, daging ayam ras, telur ayam ras, gula konsumsi dan minyak goreng kita relatif memiliki stok yang cukup dalam rangka menghadapi lebaran,” ucapnya.

“Kita sebenarnya secara stok sangat-sangat cukup dalam rangka menghadapi lebaran bahkan dalam rangka menghadapi tahun 2025 sehingga secara prinsip kami sampaikan stoknya relatif aman,” imbuhnya. (Rls/SA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *