5w1hindonesia.id, Bandar Lampung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung mengucurkan program beasiswa bagi santri, membebaskan biaya pendidikan (SPP), serta menyalurkan bantuan operasional pesantren se-Kota Bandar Lampung. Komitmen ini disampaikan dalam peringatan Hari Santri yang mengusung tema Penguatan Akar Tradisi, Menjaga Keutuhan Negeri.
Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, menyampaikan bahwa fasilitas beasiswa tersebut diperuntukkan bagi santri asal Bandar Lampung, baik yang menuntut ilmu di dalam daerah maupun yang melanjutkan pendidikan ke luar daerah hingga ke luar negeri.
“Kami memberikan beasiswa kepada santri asal Bandar Lampung agar mereka bisa belajar dengan baik dan lancar. Bahkan bagi yang melanjutkan pendidikan ke luar Lampung, seperti ke Jawa, Mekkah, atau Jeddah, kami juga sediakan beasiswa,” ujar Eva.
Selain program beasiswa studi lanjut, Pemkot Bandar Lampung juga menanggung biaya SPP santri di pondok pesantren lokal serta berupaya mengalokasikan bantuan operasional dan pembangunan infrastruktur pesantren secara berkelanjutan.
“Pemerintah Kota Bandar Lampung memberikan bantuan untuk biaya SPP di pesantren-pesantren, jadi adik-adik tidak usah bayar. Kami juga berupaya semaksimal mungkin membantu operasional seluruh pesantren dan pembangunan di Kota Bandar Lampung,” lanjut Wali Kota yang akrab disapa Bunda Eva tersebut.
Ia menekankan pentingnya penanaman nilai-nilai keislaman sejak dini sebagai benteng moral utama generasi muda. Dengan dasar agama yang kuat, para santri diharapkan dapat memberikan kontribusi terbaik bagi keluarga, agama, dan negara.
“Agama Islam ini penegak yang utama di dalam dada kita. Kalau adik-adik sudah dibekali dari awal, insyaallah di mana saja berada bisa memberikan yang terbaik buat keluarga, orang tua, agama, dan negara yang kita cintai ini,” tegasnya.
Melalui dukungan ini, Eva mengimbau seluruh pengelola pondok pesantren untuk terus membimbing para santri agar lembaga pesantren di Bandar Lampung mampu menjadi percontohan bagi daerah lain di Provinsi Lampung.
Setelah menuntaskan pendidikan, para santri juga diharapkan kembali ke daerah untuk mensyiarkan ilmu agama.











