Ia menambahkan bahwa melalui partisipasi aktif dalam APMP, BSN terus memperkuat ketertelusuran pengukuran nasional ke Sistem Satuan Internasional (SI), sehingga hasil pengukuran Indonesia diakui dan dipercaya secara global.
Komitmen Indonesia dalam mengawal keandalan sistem pengukuran global juga dibuktikan melalui kapasitas infrastruktur metrologinya yang mumpuni. Hingga saat ini, BSN mencatatkan 165 kemampuan pengukuran dan kalibrasi (Calibration and Measurement Capabilities (CMC)) yang diakui secara internasional.
Jumlah tersebut menempatkan Indonesia pada posisi ketiga di Asia Tenggara dan menjadi modal penting agar hasil pengukuran nasional memperoleh pengakuan internasional sehingga mendukung kelancaran perdagangan lintas negara.
Selain itu, guna memastikan kebutuhan industri domestik terpenuhi di tengah transisi ekonomi hijau, sepanjang tahun 2025 BSN telah menerbitkan sebanyak 2.549 sertifikat kalibrasi untuk berbagai sektor strategis.
Melalui wadah pertukaran pengetahuan APMP MYM 2026 ini, diharapkan kawasan Asia-Pasifik memiliki standar dan kemampuan pengukuran yang harmonis untuk menjawab tantangan masa depan.
Lebih dari sekadar partisipan, Indonesia telah mengambil peran sebagai inisiator dan pemimpin dalam ekosistem metrologi internasional. Peran kepemimpinan Indonesia dibuktikan dengan menempatkan personelnya sebagai Ketua Komisi Negara Berkembang APMP (APMP Developing Economies’ Committee / APMP DEC), APMP Co Convener Asia Pacific Metrology Programme – Asia Pacific Accreditation Cooperation Joint Proficiency Testing Working Group (APMP APAC PTWG), dan 3 orang DEC Champion, masing-masing untuk APMP Technical Committee for Length, APMP Technical Committee for Photometry & Radiometry, dan APMP Technical Committee for Electricity and Magnetism.
Selain itu, menjadi tuan rumah APMP MYM 2026 juga menjadi bukti nyata peran ndonesia dalam mendorong kerja sama kawasan. Peran aktif ini bukanlah kali pertama.
Sebelumnya, BSN telah sukses memimpin berbagai agenda strategis internasional, di antaranya penyelenggaraan APMP Energy Efficiency Focus Group (EEFG) 2025 dengan tema “Strengthening Collaboration for Quality of Sustainable Energy”, DEC Workshop on Digital Transformation with DCC Hands-On Training 2025, serta 2nd Workshop on the Development of APMP DEC Strategic Planning 2027–2029 pada April 2026 lalu.
Selama lima hari penyelenggaraan, APMP MYM 2026 menghadirkan berbagai agenda, mulai dari rapat komite, simposium internasional, workshop teknis, hingga kunjungan laboratorium.
Seluruh rangkaian tersebut diarahkan untuk memperkuat harmonisasi sistem pengukuran, mengevaluasi perkembangan metrologi di kawasan Asia Pasifik, serta mempererat kolaborasi antar NMI.
Melalui penyelenggaraan APMP MYM 2026, Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pengembangan metrologi internasional guna mendukung perdagangan yang adil, daya saing industri, dan implementasi ekonomi sirkular yang berkelanjutan. (Rls/SA)











