Bandar LampungLampung

Kemenkes Kucurkan Rp4,1 Triliun untuk TBC, Bandar Lampung Siap Akselerasi Skrining Gratis

129
×

Kemenkes Kucurkan Rp4,1 Triliun untuk TBC, Bandar Lampung Siap Akselerasi Skrining Gratis

Sebarkan artikel ini
Wamenkes, Benjamin Paulus saat memberikan keterangan pers usai melakukan pemaparan di Aula Semergo di dampingi oleh Wamendagri Akhmad Wiyagus, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Walikota Eva Dwiana, Sekda Iwan Gunawan dan perwakilan dari KSP || Foto: Ridho/5W1HINDONESIA.ID
Wamenkes, Benjamin Paulus saat memberikan keterangan pers usai melakukan pemaparan di Aula Semergo di dampingi oleh Wamendagri Akhmad Wiyagus, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Walikota Eva Dwiana, Sekda Iwan Gunawan dan perwakilan dari KSP || Foto: Ridho/5W1HINDONESIA.ID

5W1HINDONESIA.ID, Bandar Lampung – Kota Bandar Lampung resmi diproyeksikan menjadi pilot project atau percontohan nasional dalam percepatan eliminasi Tuberkulosis (TBC).

Hal ini mengemuka dalam kunjungan kerja bersama Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus dan Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus di Kota Bandar Lampung, Selasa (14/4/2026).

​Kunjungan ini bertujuan memastikan sinkronisasi program prioritas Presiden Prabowo Subianto, yakni Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan percepatan penanganan TBC secara lintas sektoral.

Sinergi Pusat dan Daerah

​Wamendagri Akhmad Wiyagus memberikan apresiasi tinggi terhadap komitmen Pemerintah Kota Bandar Lampung.

Menurutnya, dari empat kunjungan kerja serupa di Indonesia, Bandar Lampung menunjukkan kesiapan paling lengkap, terutama dalam penguasaan data teknis dan pemberdayaan kader.

Baca Juga  Respons Keluhan Buruh dan Pengusaha Bongkar Muat, Pemprov Siap Koordinasi dengan Kemenhub

​”Bapak Presiden menargetkan TBC tuntas dalam tiga tahun. Saya bangga melihat Bunda Eva sangat menguasai data teknis. Dengan potensi 10.000 kader kesehatan yang ada, saya optimis rantai penularan di kota ini bisa diputus,” ujar Akhmad Wiyagus.

Ia menegaskan bahwa sesuai UU No. 23 Tahun 2014, kesehatan adalah urusan wajib pelayanan dasar.

“Jangan takut memaparkan data. Jika ada 4.000 kasus, maka 20.000 orang di sekitarnya harus diperiksa secara proaktif. Kita tidak boleh hanya menunggu di Puskesmas,” tegasnya.

Strategi “Bom Waktu” Kuman Dormant

Wamenkes Benjamin Paulus Octavianus memaparkan urgensi penanganan TBC mengingat Indonesia saat ini berada di peringkat kedua kasus tertinggi di dunia dengan angka kematian mencapai 125.000 jiwa per tahun.

​Pemerintah pusat melalui Kemenkes telah mengalokasikan tambahan anggaran sebesar Rp4,1 triliun khusus untuk penanganan TBC, termasuk pengadaan alat ronsen dan insentif bagi kader kesehatan di tingkat desa/kelurahan.

Baca Juga  Dishub Bandar Lampung Siapkan Rambu Dilarang Parkir di Depan Mall Chandra

​”Masalah kita adalah kuman dormant atau infeksi laten. Kuman ada di tubuh tapi belum bergejala. Ini bom waktu. Oleh karena itu, strategi kita sekarang adalah Investigasi Kontak. Jika satu orang positif, seluruh penghuni rumah wajib diperiksa dan diberikan Terapi Pencegahan TBC (TPT),” jelas Benjamin.

Kesiapan Infrastruktur Bandar Lampung

​Walikota Bandar Lampung, Eva Dwiana, menyatakan kesiapannya menjalankan instruksi pusat. Saat ini, Bandar Lampung didukung oleh 31 Puskesmas dan 51 Pustu yang tersebar di 20 kecamatan.

“Sektor kesehatan adalah prioritas kami. Kami terus berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Lampung untuk meningkatkan sarana prasarana. Bandar Lampung siap menjadi percontohan bagi daerah lain di Indonesia,” kata Eva Dwiana.

Baca Juga  Pameran Kriya Jemari 2025 Resmi Dibuka, Lampung Perkuat Ekonomi Kreatif dan UMKM

Senada dengan Walikota, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menekankan bahwa kesehatan adalah modal utama produktivitas ekonomi.

Ia melaporkan capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) kesehatan Provinsi Lampung terus meningkat secara signifikan, mencapai 131% pada tahun 2025.

“TBC bukan hanya masalah medis, tapi ancaman bagi produktivitas masyarakat. Dengan penguatan CKG di tingkat primer (Puskesmas), kita menekan angka rujukan ke RSUD Abdul Moeloek agar masyarakat tetap bisa produktif dan sehat,” tutur Gubernur.

Penanganan TBC di Lampung kini melibatkan TNI, Polri, akademisi, hingga jurnalis untuk menghapus stigma negatif di masyarakat.

Pemerintah juga merangkul sektor swasta dan Kementerian PUPR untuk memperbaiki sanitasi dan hunian pasien TBC yang tidak layak, sebagai upaya memutus siklus penularan akibat lingkungan yang buruk.