Menurutnya, hal ini menunjukkan pentingnya peran aktif masyarakat, khususnya civitas akademika, dalam upaya menyelamatkan nyawa sesama.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua PMI Provinsi Lampung mengajak seluruh mahasiswa dan civitas akademika Unila untuk menjadi pelopor donor darah sukarela secara rutin, sehingga kegiatan berbagi ini menjadi bagian dari budaya kampus yang peduli dan tanggap terhadap kebutuhan masyarakat.
“Ini saatnya mahasiswa Universitas Lampung menunjukkan bahwa intelektualitas tidak terpisah dari empati, bahwa kampus bukan hanya tempat belajar tetapi juga pusat pengabdian dan penggerak solusi nyata bagi masyarakat,” tandasnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Lampung Prof. Dr. Ir. Lusmeia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN En menerangkan bahwa UKM KSR ini merupakan unit kegiatan mahasiswa yang terus berupaya mengkampanyekan pentingnya donor darah.
Ia juga menjelaskan bahwa semua mahasiswa Unila, setidaknya 1 kali dalam seumur hidup melakukan donor darah dalam rangka menumbuhkan rasa kepedulian kepada para penerima donor.
“Saya minta untuk mempromosikan langsung keseluruh warga Unila dimana saat ini tercatat lebih dai 42 ribu mahasiswa yang ada di Unila, kalo itu hanya 3% nya saja mendonor, saya rasa sangat baik,” ujarnya. (Rls/SA)











