5W1HINDONESIA.ID, ZONA MUSLIM – Keutamaan dzikir bagi muslim cukup banyak, terutama jika dilakukan secara rutin setiap hari. Ya, dzikir sendiri merupakan ibadah sunnah yang paling dianjurkan untuk dikerjakan sepanjang waktu, baik pagi maupun malam.
Dengan rutin melakukan dzikir, maka akan membentuk pribadi umat yang senantiasa mengingat Allah SWT. Nah, agar lebih paham mengenai dzikir beserta keutamaan-keutamaannya, simak pembahasan berikut.
Berbagai Keutamaan Dzikir Bagi Muslim
Berdzikir kepada Allah SWT bisa membuat manusia selalu bersyukur dan terus memperbaiki diri. Dalam beberapa ayat di Al-Qur’an telah tercatat tentang perintah serta keutamaan membaca dzikir. Adapun keutamaan-keutamaan rajin membaca dzikir yang penting untuk diketahui, antara lain:
Semakin dekat dengan Allah SWT
Sering melakukan dzikir akan membuat manusia semakin dekat dengan Allah SWT. Sebab dzikir merupakan ungkapan pujian sekaligus permohonan ampunan kepada sang Pencipta. Sebagaimana yang diungkapkan lewat surat Al-Baqarah ayat 152.
Bunyi ayat tersebut, yakni “Fazkuruunii azkurkum washkuruu lii wa laa takfuruun” yang artinya “Karena itu, ingatlah kamu kepadaKu niscaya Aku ingat pula kepadamu, dan bersyukurlah kepadaKu dan janganlah kamu mengingkari nikmatKu.”
Menghapuskan dosa-dosa
Berdzikir juga merupakan amalan yang dilakukan untuk menghapuskan dosa-dosa. Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang mengucapkan: Subhanallah wa Bihamdihi (Maha Suci Allah dan segala puji bagiNya) sebanyak seratus kali, maka dihapuskan segala kesalahan (dosanya) walau sebanyak buih di laut”.
Menjaga dari gangguan setan
Manfaat melakukan dzikir, terutama setelah sholat wajib dapat menjauhkan manusia dari jalan yang sesat serta godaan setan. Keutamaan tersebut pun diungkapkan lewat surat Az-Zumar ayat 23.
Ayat tersebut berbunyi, “Allahu nazzala ahsanal hadiisi Kitaabam mutashaa biham masaaniy taqsha’irru minhu juluudul laziina yakhshawna Rabbahum summa taliinu juluuduhum wa quluu buhum ilaa zikril laah; zaalika hudal laahi yahdii bihii mai yashaaa’; wa mai yudlilil laahu famaa lah”.







