5W1HINDONESIA.ID, ZONA MUSLIM – Keutamaan sholat istikharah bisa didapatkan umat muslim yang benar-benar mengharapkan pilihan terbaik dari Allah SWT. Ya, tujuan dari sholat istikharah adalah minta petunjuk mengenai pilihan yang benar sesuai dengan ajaran Islam.
Beberapa pilihan tersebut bisa berkaitan dengan jodoh, pekerjaan, serta segala urusan lain dalam kehidupan di dunia. Nah, untuk mengetahui lebih lanjut terkait keutamaan dari sholat istikharah, yuk simak ulasannya berikut.
Apa Saja Keutamaan Sholat Istikharah?
Umat muslim yang melaksanakan sholat istikharah biasanya sedang dihadapkan pada beberapa pilihan. Hukum sholat istikharah adalah sunnah di mana dapat dilakukan jika ingin diberikan petunjuk oleh Allah SAW atas beberapa perkara untuk menghapuskan kebimbangan hati.
Ibadah satu ini memang memiliki banyak keutamaan, terutama untuk urusan hati. Adapun beberapa keutamaan dari menunaikan ibadah sholat istikharah yang perlu diketahui umat muslim, di antaranya:
1. Menenangkan Hati yang Resah
Keutamaan dari melaksanakan sholat istikharah yang pertama adalah dapat menenangkan keresahan dalam hati. Dalam hidup, manusia kerap dihadapkan pada pilihan berat hingga membuat hati cemas, resah, hingga stres.
Untuk itu, umat muslim bisa melakukan sholat istikharah agar pikiran yang semula kalut berubah menjadi tenang dan pasrah kepada Allah SWT. Bahkan, sholat istikharah juga bisa menghindarkan diri dari sifat tergesa-gesa dalam mengambil keputusan.
2. Terlindungi dari Bisikan Setan
Selama hidup di dunia, setan akan senantiasa mengganggu umat manusia, terutama saat melakukan ibadah. Sholat istikharah biasanya dilakukan manusia karena memiliki keraguan dalam hati sehingga setan pun dapat membisikkan sesuatu yang buruk.
Setan bisa membuat hal-hal kecil memberatkan hati manusia untuk menerimanya. Agar terhindar dari penyesalan, lakukanlah sholat istikharah dan rutin melafalkan bacaan dzikir setiap selesai beribadah.
3. Terhindar dari Berbagai Keburukan
Keutamaan lain dari menunaikan ibadah sholat istikharah adalah menghindarkan diri dari keburukan. Keburukan-keburukan tersebut bukan hanya tentang keputusan yang salah melainkan juga penyakit hati, seperti penyesalan.
Hal ini pun dijelaskan dalam sebuah hadis, “Ya Allah dan sekiranya engkau mengetahui bahwa urusan ini buruk bagiku dalam agamaku, kehidupanku, dan akibat dari urusan ini, maka hindarkanlah aku darinya, kemudian takdirkanlah untukku kebaikan bagaimanapun adanya, lalu berilah aku keridhoan dengannya”. (HR. Bukhari)





