Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menyambut optimistis pembangunan ini. Ia menegaskan, Ulubelu yang selama ini dikenal sebagai penghasil kopi terbaik, kini akan dikenal dunia sebagai pusat energi hijau.
“Lampung ini tanah yang berkah. Dari kopi Ulubelu hingga potensi geotermal, semuanya bisa kita persembahkan untuk kemajuan Indonesia,” ujarnya.
Menurut Gubernur Mirza, 70 persen ekspor kopi Indonesia berasal dari Lampung, dan separuhnya dihasilkan dari Ulubelu. Bahkan kopi Lampung menjadi campuran penting di berbagai negara, termasuk Vietnam.
“Lampung tidak hanya bicara kopi yang sudah mendunia, tetapi kini juga bicara energi hijau. Ulubelu akan kita jaga dan kembangkan agar menjadi kebanggaan nasional,” pungkasnya.
Komisaris Utama Pertamina Mochamad Iriawan menyebut proyek ini sebagai simbol lahirnya energi bersih dari tanah Indonesia. Ulubelu adalah bukti nyata bahwa energi hijau bisa lahir dari bumi Lampung untuk generasi masa depan.
Selain berkontribusi pada target Net Zero Emission (NZE) Indonesia 2060, proyek ini juga diyakini membuka lapangan kerja, meningkatkan kualitas SDM, serta memperkuat ekonomi daerah. Dengan letak Ulubelu yang dekat pelabuhan, Lampung berpotensi menjadi pusat distribusi energi hijau di Asia.
“Ulubelu adalah simbol bahwa energi bersih lahir dari tanah kita untuk generasi masa depan,” ujarnya. (Rls/SA)











