“Ini akan kita optimalkan baik dari literasi maupun inklusi keuangan syariah dan lain sebagainya, agar dapat mendukung program asta cita bapak presiden dan juga program 3 cita Gubernur dan Wakil gubernur Lampung,” terangnya, melanjutkan.
Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Junanto Herdiawan memaparkan bahwa sesuai arahan Gubernur BI, pengembangan ekonomi dan keuangan syariah dilakukan melalui penguatan tiga pilar yakni, penguatan ekosistem produk halal, penguatan keuangan syariah dan penguatan literasi, inklusi, dan halal lifestyle.
Dimana pengembangan ekonomi dan keuangan syariah ini dilakukan melalui kegiatan Festival Ekonomi Syariah (FESyar) 2025, yaitu FESyar Sumatera di Lampung 20-22 Juni 2025, FESyar Kawasan Indonesia Timur di Kalimantan Barat 18-21 Juli 2025, FESyar Jawa di Jawa Timur 5-7 September 2025, dan ISEF di Jakarta 8-12 Oktober 2025.
Fesyar Sumatera 2025 akan diisi dengan berbagai kegiatan diantaranya kompetisi, seperti Halal Chef Competition, Modest Fashion Designer Competition, Lomba Lembaga ZISWAF Unggulan, Lomba Kemandirian Ekonomi Pesantren, Lomba Dakwah Ekonomi Syariah, dan Sertifikasi Nazhir.
Selain itu ada juga Gerak Syariah: yakni kegiatan yang bertujuan untuk memperluas jangkauan dan meningkatkan literasi keuangan syariah di masyarakat.
Pasar KHAS (Kuliner Halal, Aman, dan Sehat) Lebak Budi: Peresmian pasar ini sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem halal di Lampung.
Adapun program unggulan FESyar Sumatera diantaranya yakni implementasi Zona Khas, Pariwisata Ramah Muslim, Launching Pasar Rakyat Halal, Gerakan Sadar Wakaf, dan ToT Ekonomi Syariah. (Rls/SA)











