Sementara itu Wakil Gubernur Lampung Chusnunia menjelaskan, bonus demografi akan menjadi berharga bila diiringi dengan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas serta berdaya saing tinggi.
Oleh karenanya, Wagub juga menegaskan bahwa Gerakan Nasional Pemberantasan Buta Matematika merupakan gerakan yang sangat urgent dan bermanfaat dalam rangka menyiapkan generasi penerus bangsa yang berkualitas dan berdaya saing tinggi.
Wagub Chusnunia melanjutkan, Gernas Tastaka harus menjadi gerakan bersama di seluruh wilayah Lampung, agar generasi muda Lampung dapat dipersiapkan dengan maksimal.
Untuk itu, Wagub mengajak seluruh stakeholder terkait untuk menyukseskan dan mendukung gerakan ini di Provinsi Lampung
“Agar generasi muda kita memiliki dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global,” ucap Wakil Gubernur.
Hadir dalam acara Sekjen Kemdikbud Ristek Suharti, Ketua Umum NU Circle Gatot Priyo Utomo, Dewan Pembina Yayasan Penggerak Indonesia Cerdas Achmad Rizali.
Kemudian, Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Guru Indonesia (IGI) Provinsi Lampung Irawan, Kepala BGP Provinsi Lampung Tanti Supriyadi, Ikatan Alumni UI Provinsi Lampung, serta para peserta TOT Tastaka. (Rls/SA)











