oleh

Lezatnya Sahur Pertama dari Dapur Bersama Ramadhan

5W1HIndonesia.id, Bandarlampung – Mengawali puasa dengan santap sahur bersama keluarga menjadi harapan semua umat muslim, namun bagi Inayah (55) seorang janda yang tinggal di Kampung Rawa Laut, Kelurahan Panjang Selatan, Kecamatan Panjang, santap sahur tanpa ditemani sanak saudara sudah menjadi rutinitas setiap tahun.

Bahkan tahun ini lebih berat dirasakan akibat kehilangan pelanggan pijat tradisional.

Baca Juga  Yayasan Perguruan Al Kautsar dan Sekolah Tunas Mekar Indonesia Salurkan Donasi untuk Kalsel dan Sulbar

Menurut Inayah, semenjak wabah Corona masuk ke Indonesia pendapatan harian turun drastis. Biasanya setiap hari ada tamu yang datang untuk mendapatkan layanan pijat, kini seminggu hanya dapat penghasilan kurang dari 50 ribu.

Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari hanya mengandalkan pemberian dermawan.

Sembari mengelap peluh yang terus menetes, Inayah sudah tinggal di Kawasan Pesisir Bandar Lampung dengan pendapatan minim. Hidup sendiri tanpa sanak saudara membuatnya kian pasrah.

Baca Juga  Maksimalkan Pelayanan Sehabis Idul Adha, Kantor ACT Lampung Disemprot Disinfektan

Tim relawan ACT Lampung mengantar sekotak nasi, ayam rica-rica, sambal dan kurma, Jumat (24/4/2020) dini hari.

Makanan khas nusantara yang diolah relawan Dapur Bersama Ramadhan disantapnya buru-buru sebelum adzan berkumandang.

(Visited 33 times, 1 visits today)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.