“Ini pertama kali dan ini temasuk bulan inovasi. Tentunya ini yang diharapkan oleh Tim Pengendalian Inflasi (TPI) Nasional bagaimana setiap daerah itu mempunyai inovasi-inovasi untuk mengendalikan inflasi,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Disperindag Provinsi Lampung Evie Fatmawaty menjelaskan bahwa Toko Pengendali Inflasi ‘Mapan’ Kota Metro ini merupakan inovasi yang sangat bagus.
“Karena kita kan selalu dievaluasi oleh Kemendagri per minggu. Dan ini adalah pelopor bagaimana membantu masyarakat untuk memenuhi kebutuhan dengan pengendalian harga,” bebernya.
“Jadi nantinya toko ini akan menjadi distributor dan akan membantu pedagang lain untuk memenuhi kebutuhan di masyarakat,” sambungnya.
Menurutnya, program ini adalah kolaborasi antara Pemerintah Kota Metro, BI, pelaku usaha, Bulok serta supplier juga di sini.
“Kita kan ada harga eceran tertinggi (HET) jadi kita tidak bisa bermain di atas itu. Jadi untuk harga memang sudah diatur dalam perdagangannya,” terangnya. “Dan sembako yang utama harus dipenuhi,” sambung dia menegaskan.
Lanjutnya, ia menuturkan inflasi Kota Metro adalah yang paling baik dan rendah sehingga mendukung sebagai potret di Provinsi Lampung.











