5W1HINDONESIA.ID, Nasional – Kiai Haji Muhammad Abdul Ghufron al-Bantani, atau yang lebih dikenal sebagai mama Ghufron menjadi sorotan setelah sering mengeluarkan pernyataan kontroversialnya di sejumlah sosial media.
Adapun pernyataan itu adalah, ia mengklaim bisa menggunakan bahasa semut, bahasa malaikat, bidadari, bahasa cacing dan bahasa suryani yang identik dengan kata “maqoli” dan “laqoli”.
Sontak hal tersebut menjadi buah bibir dan mendapatkan atensi dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) kab. Malang yang menyatakan bahwa pernyataan Abuya Mama Ghufron dalam ceramahnya menyimpang.
Ketua MUI Kabupaten Malang KH. Misno Fadhol Hija menuturkan, bila ada 10 poin yang dikaji timnya yang membuat ceramah-ceramah Abuya Mama Ghufron, masuk kategori penyimpangan.
“Yang menemukan penyimpangan itu 10 poin, dari situ dilihat 10 itu, dicek videonya, dicocokkan dengan videonya cocok atau enggak,” ucap KH. Misno Fadhol Hija.
Mama Ghufron Minta Maaf
Dengan adanya pernyataan dari MUI tersebut, Mama Ghufron yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Uniq Nusantara Pancasila meminta maaf atas segala kegaduhan yang terjadi melalui akun YouTube resmi pondok pesantren, @ponpesuniqnusantara, Rabu (17/7).





