Namun, tim asuhan Walid Regragui tersebut berhasil tampil ciamik di babak tos-tosan. Permainan sangat bagus, terutama Yassine Bounou, yakni kiper yang bermain di klub Sevilla di mana sukses menggagalkan tiga tendangan penalti sehingga Maroko menang telak atas Spanyol dengan skor 3-0.
Hadir sebagai tim keempat Afrika yang capai babak 8 besar
Selanjutnya, fakta menarik dari Maroko adalah hadir sebagai wakil Afrika keempat yang menjejakkan kakinya di babak 8 besar. Hakim Ziyech cs berhasil mengikuti jejak Timnas Kamerun di Piala Dunia 1990, kemudian Senegal pada 2002, serta Ghana pada Piala Dunia 2010.
Dengan begitu, Maroko kini merupakan satu-satunya tim Afrika yang masih bertahan di Piala Dunia 2022. Timnas maroko juga menjadi harapan bagi seluruh benua untuk menjadi wakil Afrika pertama yang lolos ke semifinal Piala Dunia.
Spanyol perpanjang rekor buruk di adu penalti
Di samping kemenangan Maroko, kekalahan Spanyol kali ini diketahui memperpanjang rekor buruknya di adu penalti. Pertandingan melawan Maroko tersebut membuat La Furia Roja mengalami 4 kekalahan dari 5 kali menjalani adu penalti sepanjang keikutsertaannya di Piala Dunia.
Spanyol sendiri pernah satu kali menang adu penalti saat menghadapi Republik Irlandia di edisi 2002. Sementara untuk keempat kekalahannya diderita saat melawan Belgia tahun 1986, Korea Selatan pada 2002, Rusia tahun 2018, dan yang terbaru kalah telak 0-3 oleh Maroko.
Demikian informasi terkait kemenangan Maroko cetak sejarah baru di Piala Dunia 2022. Dengan kemenangannya ini, tentu pertandingan Maroko melawan Portugal nanti akan sangat dinanti para penggemar sepak bola.











