Bandar LampungLampungNasional

Metode Penilaian Relatif Ketat, Lampung Raih 2 Penghargaan Kemendagri dan Kementerian PU

×

Metode Penilaian Relatif Ketat, Lampung Raih 2 Penghargaan Kemendagri dan Kementerian PU

Sebarkan artikel ini
Metode penilaian yang ketat, berbasis data, dan multidimensional menjadi landasan Lampung tampil sebagai salah satu daerah terbaik di Indonesia || Foto: Dinas Kominfotik Provinsi Lampung
Metode penilaian yang ketat, berbasis data, dan multidimensional menjadi landasan Lampung tampil sebagai salah satu daerah terbaik di Indonesia || Foto: Dinas Kominfotik Provinsi Lampung

Lima komponen tersebut adalah :

1. Penguatan Perencanaan Terpadu.
Menilai integrasi prinsip IWRM pada RPJMD, Renstra, dan RKPD.
Lampung dinilai menonjol berkat pemetaan rinci potensi dan masalah di setiap DAS, khususnya Mesuji–Sekampung.
2. Perbaikan Manajemen Aset SDA.
Penilaian mencakup digitalisasi aset dan penerapan preventive maintenance.
Lampung telah mulai menerapkan digitalisasi inventaris aset bendungan, embung, dan jaringan irigasi.
3. Mitigasi Banjir dan Kekeringan Berbasis Sains.
Meliputi early warning system banjir–kekeringan, rehabilitasi lahan kritis, dan penguatan vegetasi DAS.
4. Kolaborasi Multi-Pihak.
Aspek ini menjadi keunggulan Lampung melalui kemitraan pemerintah–swasta, perguruan tinggi, LSM, serta masyarakat dalam pengawasan DAS.
5. Penguatan Dampak Ekonomi SDA.
Menilai kontribusi pengelolaan air terhadap produksi pangan, komoditas unggulan, dan industri berbasis air yang berkelanjutan.

Dari hasil evaluasi, empat ruang peningkatan terbesar yang menjadi dasar penilaian, yakni : kolaborasi antar lembaga, efisiensi operasional aset SDA, konservasi DAS, peningkatan efektivitas pengurangan daya rusak air.

Lampung dinilai berhasil memaksimalkan seluruh indikator tersebut, terutama pada aspek kolaborasi lintas sektor yang menjadi alasan utama Lampung meraih penghargaan tertinggi pada kategori ini.

Jika ditarik garis besar, terdapat kesamaan metode penilaian dari dua penghargaan yang diraih Lampung :

1. Berbasis data dan indikator terukur.
2. Menekankan perencanaan strategis dan tata kelola.
3. Mengutamakan efektivitas kolaborasi lintas lembaga.
4. Mengukur dampak nyata terhadap masyarakat dan keberlanjutan.

Dalam konteks Sutami Award, Lampung unggul pada kolaborasi dan tata kelola SDA.

Dalam Apresiasi Kinerja Pemerintahan Daerah, Lampung unggul pada pengurangan kemiskinan dan manajemen pemerintahan.

Kedua penghargaan ini menunjukkan bahwa Lampung telah membangun ekosistem pemerintahan yang adaptif, terukur, dan kolaboratif.

Keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja bersama. Penguatan kolaborasi menjadi kunci keberhasilan Lampung. Penghargaan ini adalah milik seluruh pemangku kepentingan.

Melalui metode penilaian yang ketat dan berbasis sains, Lampung membuktikan kapasitasnya sebagai daerah yang mampu memadukan tata kelola, kolaborasi, dan inovasi untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. (Rls/SA)