t
Pendekatan tersebut sangat relevan untuk mendorong peningkatan
kapasitas finansial masyarakat.
Perwakilan OJK Provinsi Lampung, Ety Elyati, menekankan pentingnya edukasi keuangan bagi mahasiswa sebagai kelompok yang paling siap beradaptasi dengan layanan keuangan digital. Ia mengingatkan bahwa pasar modal memiliki potensi besar sebagai instrumen investasi jangka panjang, namun juga memiliki risiko yang harus dipahami.
“Kami ingin memastikan mahasiswa mendapatkan informasi yang
benar, memahami cara kerja pasar modal, dan menghindari penawaran investasi ilegal. Literasi yang kuat akan membuat mereka mampu mengambil keputusan keuangan yang aman dan bertanggung jawab,” jelasnya.
Ia juga menyoroti meningkatnya kasus keuangan ilegal dan menegaskan bahwa masyarakat harus memastikan layanan yang digunakan telah berizin OJK.
Walikota Metro, Bambang Imam Santoso, menyampaikan apresiasi atas pesatnya perkembangan pendidikan tinggi di wilayahnya.
Saat ini, Kota Metro tidak hanya dihuni oleh tiga universitas besar, tetapi juga berbagai institusi pendidikan tinggi
lainnya, seperti institut dan sekolah tinggi, yang terus menunjukkan kinerja positif.
Lebih dari itu, mayoritas mahasiswa yang menempuh pendidikan di Kota Metro justru berasal dari luar daerah, menegaskan posisi Metro sebagai salah satu pusat tujuan studi di Provinsi Lampung.
Pemerintah Kota Metro menyatakan kebanggaan atas pengakuan ini dan menyebut bahwa status Kota Metro sebagai kota pendidikan kini semakin kuat, seiring dengan pembangunan visi baru sebagai kota cerdas berbasis jasa dan budaya yang religius.
Melalui kegiatan ini, OJK Provinsi Lampung mengapresiasi komitmen TPAKD Kota Metro yang terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program-program yang tepat sasaran.
OJK Provinsi lampung juga berharap sinergi dan kolaborasi ini dapat memberikan kontribusi positif bagi kemajuan Kota Metro, Provinsi Lampung, dan negara Indonesia. (Rls/SA)











