5W1HIndonesia.id, Bandar Lampung — Sepuluh pejabat eselon II dari Kabupaten Lampung Barat dan Way Kanan memaparkan rancangan proyek perubahan di hadapan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung, Marindo Kurniawan, dalam seminar Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXIV Tahun 2026, Selasa (8/9/2026).
Setiap peserta diberi waktu satu menit untuk menjawab dua hal: apa yang baru dari inovasi yang digagas, dan pemangku kepentingan mana yang keterlibatannya masih perlu diperkuat.
Format uji cepat ini digunakan agar pembahasan langsung mengerucut pada substansi mulai dari penanganan bencana, ketimpangan air irigasi, hingga daya saing investasi daerah dan sejauh mana rancangan tersebut siap diterapkan di lapangan, bukan sekadar disampaikan sebagai konsep.
“Yang paling penting bukan sekadar menambah pengetahuan, tapi ada dampaknya bagi lingkungan tugas masing-masing, terutama masyarakat yang merasakan manfaatnya” kata Sekdaprov, didampingi Widyaiswara BPSDM, Lukmansyah, yang mengawal proses pembimbingan proyek perubahan sejak tahap rancangan.
Empat Inovasi dari Lampung Barat
Dari Kabupaten Lampung Barat, empat pejabat Pimpinan Tinggi Pratama memaparkan proyek perubahan yang menyasar sektor berbeda :
1. Super Bakas, digagas Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Lampung Barat Burlianto, merupakan platform layanan digital terpusat untuk penanganan kedaruratan bencana alam. Sistem ini menjadikan Diskominfo sebagai simpul koordinasi lintas pemangku kepentingan, termasuk BPBD, agar laporan masyarakat dapat langsung ditindaklanjuti.
2. P3A Sikop Berdaya, digagas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Mia Miranda, mendorong pembentukan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) di tingkat sekunder dan tersier. Proyek ini merespons persoalan ketidakadilan distribusi air irigasi hulu-hilir, dengan baru 65 dari 136 daerah irigasi yang memiliki kelembagaan P3A.
3. Ngopi Talenta, digagas Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Reza Mahendra, menyasar peningkatan kompetensi ASN sesuai amanat Perban BKN Nomor 114. Program ini telah didahului profiling terhadap lebih dari 300 ASN, dengan rencana pemetaan lanjutan ke talent box bersama BKN pada November mendatang.
4. Si-Kopi Lanang, digagas Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Robert Putra, berfokus pada pemangkasan birokrasi perizinan agar layanan lebih cepat dan berjenjang, sekaligus mendorong kolaborasi lintas dinas termasuk Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas PU, BPN, dan Kementerian Agama.
Enam Inovasi dari Way Kanan
Dari Kabupaten Way Kanan, enam pejabat memaparkan proyek perubahan yang menyasar ketahanan pangan hingga pemberdayaan ekonomi :











