1. Si Prima Way Kanan, digagas Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (TPHP) Kabupaten Way Kanan, terkait optimalisasi sistem irigasi untuk merespons ancaman gagal panen akibat fenomena El Nino, menargetkan penyelamatan sekitar 7.500 hektare lahan pertanian dari potensi puso.
2. Si Nangkis Sikop, digagas Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Way Kanan, Septa Muktamar, mengusung harmonisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) agar pemanfaatannya lebih tepat sasaran, khususnya untuk percepatan penanganan kemiskinan ekstrem menuju target satu digit.
3. Galaksi Pena, digagas Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Achmad Agung Bramtihalley, menyasar peningkatan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) sekaligus gerakan masyarakat peduli bahaya narkoba.
4. Siap Invest, digagas Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Nuryadin Ali Mustofa, berfokus pada penciptaan iklim investasi yang kompetitif dan berdaya saing untuk mendukung kemandirian ekonomi daerah.
5. Sirkawan (Transformasi Tata Kelola Persampahan Way Kanan Berbasis Ekonomi Sirkular), digagas Kepala Dinas Lingkungan Hidup Ketut Artike, mengembangkan pengolahan sampah organik menjadi maggot berkadar protein hingga 43 persen jauh di atas pakan pabrikan yang hanya 18 persen sebagai solusi lingkungan sekaligus ekonomi.
6. Sipadu Wiradata, digagas Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Way Kanan, Taufik Hidayatno, mengoptimalkan validasi data wirausaha muda sebagai basis penguatan daya saing ekonomi kepemudaan di tingkat kabupaten hingga nasional.
Sekdaprov menyampaikan bahwa seluruh proyek perubahan akan dievaluasi kembali dalam tiga bulan ke depan untuk melihat perkembangan yang dihasilkan, dibandingkan kondisi sebelum program berjalan.
Sekdaprov juga berharap peserta dapat memastikan inovasi tersebut terus berjalan dan memberi manfaat di instansi masing-masing setelah pelatihan selesai.
Seluruh proyek perubahan selanjutnya akan dikawal oleh mentor dan coach masing-masing, dengan efektivitasnya diukur dari nilai tambah yang dirasakan langsung oleh masyarakat di Lampung Barat dan Way Kanan. (Rls/SA)











