“Awalnya target swasembada empat tahun, lalu menjadi tiga tahun, dan akhirnya bisa tercapai hanya dalam satu tahun. Ini prestasi besar bangsa Indonesia,” ujar Menteri.
Pemerintah pusat juga berkomitmen membeli seluruh hasil panen kedelai dari lahan TNI AL di Lampung Utara untuk dikembangkan lebih luas. Tahun depan, Kementerian Pertanian akan menyiapkan benih, alat mesin pertanian, serta sarana produksi guna memperluas lahan kedelai hingga 10.000 hektare.
“Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden untuk meningkatkan pendapatan petani dan menurunkan harga pupuk hingga 20 persen. Ini pertama kalinya dalam sejarah Indonesia harga pupuk justru turun, bukan naik,” ungkap Menteri.
Mentan juga mengungkapkan bahwa capaian Indonesia kini diakui dunia. Produksi pangan nasional meningkat signifikan, menempatkan Indonesia sebagai negara dengan kenaikan produksi tertinggi kedua di dunia.
“Semua keberhasilan ini berkat arahan presiden dan dukungan penuh TNI di lapangan. Tanpa semangat dan kerja sama yang solid, swasembada dalam waktu sesingkat ini tidak akan mungkin tercapai,” tandasnya.
Menteri Pertahanan bersama Panglima TNI, Menteri Pertanian, Kepala Staff Kepresidenan, Kepala Staff Angkatan Laut, Gubernur Lampung melakukan panen kedelai merah putih secara simbolis dilanjutkan dengan pengupasan hasil panen kedelai dengan mesin treaser (mesin pengupas).
Di akhir kunjungannya, Menhan Sjafrie Syamsudin beserta rombongan meninjau secara langsung stand produk inovasi hasil pertanian dan dapur lapangan Program Makan Bergizi Gratis yang mampu menyiapkan 50 porsi MBG setiap harinya.
Menhan beserta rombongan juga berkesempatan menyaksikan langsung para siswa/siswi yang sedang menikmati makanan bergizi gratis.
Kegiatan panen ketahanan pangan di Lampung Utara menjadi simbol kuat kolaborasi antara TNI, pemerintah pusat, dan pemerintah daerah dalam mewujudkan kedaulatan dan ketahanan pangan nasional.
Melalui kerja sama lintas sektor ini, Provinsi Lampung diharapkan semakin mantap menjadi pilar ketahanan pangan Indonesia, sejalan dengan visi Lampung Maju- Indonesia Emas 2045. (Rls/SA)











