5W1HINDONESIA.ID, Bandar Lampung – Pemerintah kota Bandar Lampung menggelar high level meeting TPID Ramadhan 1445 H di ruang rapat walikota pada, Jumat (8/3). Kegiatan itu di hadiri oleh kepala OPD dan stake holder terkait untuk membahas strategi ekonomi pengendalian inflasi di bulan suci Ramadhan.
Menurut informasi yang dipaparkan oleh pihak Bank Indonesia, Bandar Lampung menjadi penyumbang terbesar inflasi untuk provinsi Lampung. Adapun penyebabnya adalah pasokan pangan dan komoditas seperti beras, bawang, cabai dan jagung.
Mendengar hal itu, Walikota Eva Dwiana telah mempersiapkan langkah untuk mengendalikan inflasi di Bandar Lampung, salah satunya dengan menggelar pasar murah selama bulan Ramadhan di 126 kelurahan.
“Kita akan menggelar pasar murah di 126 kelurahan, tujuannya ya itu tadi mengendalikan inflasi. Pasar murah ini kita kasih subsidi untuk masyarakat sekitar Rp 5.000,” katanya.











