5w1hindonesia.id, Bandar Lampung – Dompet Dhuafa Lampung berkolaborasi dengan kitabisa.com hadirkan safari Gebrakan Tim Sayang Bumi. Program ini digagas dengan tujuan untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini, khususnya tingkat usia sekolah SD dan SMP.
Program ini merupakan bagian dari implementasi 5 pilar program, salah satunya yaitu dalam pilar pendidikan. Dompet Dhuafa tidak hanya tanggap terhadap kepentingan dhuafa, namun juga berupaya menyentuh ranah mencerdaskan generasi bangsa.
Sejalan dengan yang diungkapkan Johan Listiyawan, Koordinator Program DD Lampung, Senin (21/02) “Kegiatan Gebrakan Tim Sayang Bumi hadir dalam rangka mencerdaskan generasi muda agar lebih peka terhadap lingkungan. Mengingat bencana seperti banjir dan tanah longsor lahir dari kurang pedulinya kita terhadap lingkungan.”
Safari Gebrakan Tim Sayang Bumi setidaknya telah mendatangi 3 sekolah di Lampung dalam satu bulan terakhir, yaitu SMP N 1 Mataram Baru – Lampung Timur, Kampung Quran Al Fusha – Pesawaran, dan SMP N 1 Sukadana – Lampung Timur.
Acara inti program Safari Gebrakan Tim Sayang Bumi berupa penyerahan donasi 18 buah kotak sampah terpilah dan 3 tong pembuatan kompos secara simbolis yang terbagi ke beberapa sekolah.
Antusiasme adik-adik siswa sekolah yang terlibat langsung dalam sosialisasi sadar lingkungan tampak sangat tinggi. Terlebih saat mereka terlibat langsung dalam pemilahan jenis sampah organik, non organik dan B3. Serta pembuatan langsung pupuk kompos yang bersumber dari sampah organik di lingkungan belajarnya.
Rangkaian acara bentukan tim Dompet Dhuafa Lampung dan Dompet Dhuafa Volunteer ini bertujuan untuk menaikkan level menjaga kebersihan di lingkungan dengan tidak hanya membuang sampah pada tempatnya.
Setelah mebersihkan area sekolah, siswa-siswa langsung praktek memilah sampah yang terkumpul menjadi 3 jenis dan dimasukkan ke dalam masing masing tempatnya. Dari sampah organik yang telah terpilah, lalu digunakan untuk membuat pupuk kompos sebagai penyubur tanaman di area sekolah.
Sebab itu Gebrakan Tim Sayang Bumi juga membawa misi gerakan penghijauan dengan melakukan penanaman bersama 5 jenis pohon di halaman masing-masing sekolah.
Tim Dompet Dhuafa Lampung menilai, saat ini banyak sekolah-sekolah yang sangat menjaga kebersihan lingkungan dengan rutin berih-bersih sekolah seperti yang dilakukan santri Kampung Quran Al Fusha. Namun belum mempraktekan kegiatan pilah-sampah.
Untuk ituTim Gebrakan Sayang Bumi bentukan Dompet Dhuafa melakukan safari ke sekolah-sekolah dengan harapan kebiasaan 3R (Reduce-Reuse-Recycle) terbentuk pada siswa-siswa sejak usia dini.
Sambutan baik disampaikan oleh masing-masing kepala sekolah, yang menjadi tuan rumah gerakan cinta lingkungan ini. Bersamaan dengan siswa-siswa sekolah beserta dewan guru turut menandatangani komitmen bersama untuk menjaga kelestarian lingkungan.(*)







