Bandar LampungLampungPeristiwa

Pemkot Bandar Lampung Cover Biaya Berobat Korban Penembakan Begal

×

Pemkot Bandar Lampung Cover Biaya Berobat Korban Penembakan Begal

Sebarkan artikel ini
Junaidi (50) korban tembak ranmor saat menjalani perawatan di RSUD Abdoel Moeloek || Foto: Dokumentasi Camat Labuhan Ratu || 5w1hindonesia.id
Junaidi (50) korban tembak ranmor saat menjalani perawatan di RSUD Abdoel Moeloek || Foto: Dokumentasi Camat Labuhan Ratu || 5w1hindonesia.id

5w1hindonesia.id, Bandar Lampung – Pemerintah Kota Bandar Lampung, melalui Kecamatan Labuhan Ratu, berkomitmen untuk menanggung seluruh biaya pengobatan Junaidi (50) warga kelurahan kampung baru korban penembakan begal hingga ia dinyatakan sembuh sepenuhnya.

Bantuan ini diberikan sebagai bentuk peduli Walikota Eva Dwiana terhadap warganya yang mengalami insiden kekerasan oleh sekelompok orang yang diduga hendak melakukan ranmor.

Hendra Setiawan, selaku camat Labuhan Ratu, menyatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk memastikan pembiayaan medis Junaidi terpenuhi.

“Untuk selanjutnya, biaya pengobatan berapa pun biayanya, kita bayarkan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan,” tegas Hendra.

Sejak kejadian berlangsung, aparat kecamatan telah turun langsung meninjau kondisi Junaidi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Moeloek.

Pada saat itu, pamong dari Kecamatan Labuhan Ratu berupaya membawa Junaidi untuk dirawat di RSUD Dr. A. Dadi Tjokrodipo. Namun Junaidi sudah lebih dulu dirawat di RSUD Abdoel Moeloek dan hendak dilakukan tindakan pengangkatan proyektil peluru.

“Tadinya kami ingin membawa Junaidi ke RSUD Tjokrodipo supaya semua biaya bisa di cover oleh pemerintah kota. Namun yang bersangkutan akan dilakukan tindakan di RSUD Abdoel Moeloek,” ungkap Hendra.

Hendra mengatakan semua biaya operasi Junaidi sudah dibayar lunas hasil dari urunan warga.

“Meski demikian kami berupaya untuk menekan biaya operasi melalui Dinas Kesehatan yang akhirnya dari biaya Rp 13 juta bisa ditekan menjadi Rp 8 juta. Sehingga bisa sedikit meringkan beban biaya,” kata hendra.

Ke depan, fokus bantuan pemerintah daerah akan tertuju pada pendanaan perawatan lanjutan dan pemulihan kesehatan korban sampai tuntas.

“Atas perintah Walikota Eva Dwiana, kami akan pantau dan kawal terus proses pengobatan Junaidi,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Junaidi(50) menggagalkan upaya ranmor oleh kelompok orang tak dikenal.

Junaidi berteriak sehingga warga yang sedang ronda berhamburan ke lokasi untuk mengkap kelompok ranmor tersebut.

Namun nasib nahas menimpa Junaidi, kakinya tertembus peluru yang di tembakan oleh kelompok ranmor tersebut.

Awalnya Junaidi tidak menyadari bahwa kakinya tertembak hingga ia merasakan sensasi dingin di dekat lututnya yang sudah bercucuran darah.

Pada peristiwa itu, kelompok ranmor sudah menembakan 6 peluru secara acak. Dan 1 peluru mengenai Junaidi.