“Kegiatan mahasiswa luar biasa, saya senang semacam ini ya. Ini terobosan baru bagi Fakultas Dakwah, mahasiswa khususnya ormawa punya inisiasi yang begitu tinggi untuk mengubah wawasan pengetahuan cara berpandang menuju kepada budaya literasi yang sangat dibutuhkan di era digital ini,” ungkapnya.
Abdul Syukur juga menekankan pentingnya membudayakan berbagai jenis bacaan, baik fisik maupun non-fisik, termasuk sastra yang membutuhkan pemikiran dan perasaan. Ia berharap mahasiswa dapat memperhatikan penggunaan bahasa yang baik dan benar dalam berbagai konteks.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Luthfi Nabila Amalina, melaporkan bahwa festival ini merupakan kolaborasi organisasi kemahasiswaan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Raden Intan Lampung.
Rangkaian kegiatan yang akan berlangsung selama tiga hari (15-17 April 2025) ini meliputi talkshow dengan tokoh nasional, bedah buku, sharing dengan penulis, lomba cerpen, lomba cipta puisi, lomba resensi buku, serta bazar buku.
“Kegiatan yang kami selenggarakan ini mengusung tema ‘Ngulik Literasi: Dare To Dream, Be Innovative’ dengan tujuan yaitu meningkatkan minat baca di kalangan generasi muda dengan tetap melestarikan nilai-nilai budaya yang ada,” jelas Luthfi.
Ia berharap kegiatan ini dapat menciptakan sinergi positif antara akademisi, seniman, komunitas literasi, dan memberikan dampak signifikan dalam meningkatkan literasi dan pelestarian budaya di Lampung.
Kegiatan Culture Literary Festival ini sejalan dengan isu nasional mengenai pentingnya peningkatan literasi dan kualitas SDM dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung melalui dukungan terhadap acara ini menunjukkan respons positif terhadap arahan pemerintah pusat untuk fokus pada pembangunan sumber daya manusia yang unggul.
Selain itu, acara ini juga relevan dengan isu daerah terkait dengan upaya Pemprov Lampung dalam meningkatkan daya saing generasi muda.
Dengan memfasilitasi kegiatan yang menumbuhkan minat baca, kreativitas, dan inovasi, Pemprov berupaya membekali generasi muda Lampung dengan kemampuan yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan global dan berkontribusi pada pembangunan daerah. (Rls/SA)











