Ia juga mengingatkan para pelajar agar terus belajar dan memanfaatkan teknologi secara bijak. Media sosial, menurutnya, harus dimanfaatkan untuk menyebarkan hal-hal positif seperti ilmu pengetahuan, inspirasi, dan kebaikan.
Selain itu, Gubernur berharap para siswa yang mengikuti kegiatan tersebut kelak menjadi generasi penerus yang mampu memimpin dan membangun Lampung di masa depan.
“Saya berharap dari ruangan ini akan lahir pemimpin-pemimpin masa depan Lampung, pengusaha besar, akademisi, hingga tokoh-tokoh yang membawa kemajuan bagi daerah,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Baznas Provinsi Lampung Iskandar Zulkarnain menuturkan kegiatan pesantren kilat dan iktikaf tersebut merupakan bagian dari program pembinaan generasi muda sekaligus wujud syukur atas berbagai nikmat yang diberikan Allah SWT.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi sarana bagi pelajar untuk mempelajari adab dan memperdalam pemahaman agama, termasuk tata cara beribadah dan etika dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam kesempatan itu, Baznas Provinsi Lampung juga menyalurkan santunan kepada 100 siswa SMA dan SMK di Kota Bandar Lampung. Santunan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Gubernur Lampung kepada para penerima manfaat.
Selain itu, Baznas juga mendorong penguatan program Gerakan Infak Pendidikan di sekolah-sekolah. Melalui program tersebut, dana infak yang dihimpun dari siswa akan dikembalikan kepada sekolah untuk membantu pelajar yang membutuhkan.
Ke depan, Baznas berencana menggelar pertemuan rutin Rohani Islam (Rohis) se-Bandar Lampung di Islamic Center sebagai bagian dari pembinaan karakter dan spiritual pelajar.
Melalui kegiatan pesantren kilat dan iktikaf ini, Pemerintah Provinsi Lampung berharap generasi muda tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga memiliki akhlak dan karakter yang kuat.
“Dengan demikian, pembangunan daerah dapat berjalan seiring dengan terciptanya masyarakat Lampung yang religius, berdaya saing, dan berakhlak mulia,” pungkasnya. (Rls/SA)











