Bandar LampungLampungPemerintahan

Pemprov Lampung Dukung Penguatan Distribusi Pangan untuk Menekan Laju Inflasi

×

Pemprov Lampung Dukung Penguatan Distribusi Pangan untuk Menekan Laju Inflasi

Sebarkan artikel ini
Pemprov Lampung mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan evaluasi dukungan pemerintah daerah terhadap Program 3 Juta Rumah || Foto: Pemerintah Provinsi Lampung
Pemprov Lampung mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan evaluasi dukungan pemerintah daerah terhadap Program 3 Juta Rumah || Foto: Pemerintah Provinsi Lampung

Hingga minggu ketiga Juli, harga rata-rata beras premium mencapai Rp 16.313 per kilogram atau naik 0,42 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Divisi Perencanaan Operasi dan Analisa Harga Pasar Perum Bulog, Muhammad Wawan Hidayanto, memaparkan langkah tindak lanjut Bulog dalam mendukung pengendalian inflasi.

Strategi tersebut meliputi penguatan pemantauan harga gabah, harga beras, dan biaya distribusi; optimalisasi penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) di wilayah prioritas.

Lalu, Memastikan kelancaran distribusi pangan hingga daerah kepulauan dan wilayah terpencil; serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah melalui dukungan Fasilitas Distribusi Pangan (FDP) maupun penyediaan gudang filial guna menekan biaya logistik.

Dalam arahannya, Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Tomsi Tohir, meminta Perum Bulog agar segera mengoptimalkan penyaluran stok beras yang tersedia untuk menjaga stabilitas harga di daerah.

Menurutnya, stok beras pemerintah yang memadai harus dimanfaatkan secara maksimal sehingga mampu menekan potensi kenaikan harga dan mencegah meningkatnya tekanan inflasi.

Tomsi juga mengingatkan seluruh pemerintah daerah bersama Bulog untuk terus memperkuat koordinasi, memantau perkembangan harga secara intensif, serta melakukan langkah antisipatif sejak dini agar stabilitas pasokan dan harga pangan tetap terjaga, sehingga daya beli masyarakat dapat dipertahankan dan inflasi tetap terkendali. (Rls/SA)